Bisa Digunakan sebagai Uang Elektronik, Ini Keunggulan dan Cara Dapatkan Smart SIM

Smart SIM yang sudah diluncurkan memiliki beragam keunggulan, satu di antaranya adalah bisa difungsikan sebagai uang elektronik.

Bisa Digunakan sebagai Uang Elektronik, Ini Keunggulan dan Cara Dapatkan Smart SIM
KOMPAS.com/Gilang
Ilustrasi Smart SIM 

Keunggulan

Keunggulan utama dari Smart SIM yakni dapat merekam data forensik pengemudi.

Semua pelanggaran yang dilakukan pengemudi terekam dalam SIM Pintar tersebut.

Sebab tercatat pada chip kartu dan server milik Korlantas.

Smart SIM juga dapat berfungsi sebagai uang elektronik untuk membayar parkir, tol, maupun berbelanja.

Pemiliknya dapat mengisi saldo maksimal Rp 2 juta.

Namun ini belum berlaku, karena masih ada satu dan lain hal yang harus diperhatikan.

Calon pengemudi yang belum memiliki SIM dapat langsung mengajukan permohonan Smart SIM. Buat pemilik lama dapat memiliki Smart SIM Pintar ketika melakukan perpanjangan SIM.

Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Pol Refdi Andri, mengimbau pengemudi dengan SIM lama untuk menggunakan SIM tersebut hingga masa berlakunya habis.

"Kalau yang sudah akan habis masa berlakunya boleh segeralah perpanjangan, ajukan perpanjangan ya dan registrasi online sudah mulai bisa dilakukan," kata Refdi.

Daftar harga biaya pembuatan SIM:

- Penerbitan SIM A Rp 120.000
- Penerbitan SIM A Umum Rp 120.000
- Penerbitan SIM B1 Rp 120.000
- Penerbitan SIM B1 Umum Rp 120.000
- Penerbitan SIM B2 Rp 120.000 - Penerbitan SIM B2 Umum Rp 120.000
- Penerbitan SIM C Rp 100.000

Biaya Perpanjangan SIM:

- Perpanjang masa berlaku SIM A Rp 80.000
- Perpanjang masa berlaku SIM B Rp 80.000
- Perpanjang masa berlaku SIM C Rp 75.000
- Perpanjang masa berlaku SIM D Rp 30.000

Macam-macam SIM

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 80, SIM di Indonesia terbagi menjadi lima jenis.

Dilansir dari GridOto.com, berikut ini adalah lima jenis SIM berdasarkan golongannya.

SIM A

SIM A merupakan tanda bahwa seseorang layak mengendarai sebuah mobil.

Meski demikian, tidak semua mobil masuk kategori SIM A.

Kendaraan yang masuk dalam kategori SIM A yakni mobil penumpang dan barang yang memiliki berat tak lebih dari 3500 kg.

Sebagai contoh kendaraan yang masuk kategori SIM A antara lain, mobil keluarga seperti Toyota Avanza, Mitsubishi Pajero, dan Honda Brio.

SIM B I

SIM B I diperuntukan bagi pengendara mobil angkutan penumpang ataupun barang yang dapat mengangkut beban lebih dari 3500 kg.

Contoh kendaraan yang perlu menggunakan SIM B I adalah bus dan truk.

SIM B II

SIM B II merupakan SIM yang diperuntukan bagi pengendara kendaraan alat berat, kendaraan penarik, hingga kendaraan yang bisa menarik kereta gandengan.

Contoh kendaraan yang harus menggunakan SIM B II adaah truk gandeng.

SIM C

SIM C merupakan SIM yang paling banyak dimiliki oleh orang Indonesia.

Hal itu karena SIM C diperuntukan untuk pengendara sepeda motor.

Seperti yang diketahui, motor merupakan kendaraan yang mendominasi jalanan Indonesia.

SIM D

SIM D merupakan surat izin yang diperuntukkan untuk kendaraan khusus penyandang disabilitas.

Mereka yang memiliki disabilitas juga harus memiliki SIM untuk mengendarai kendaraan bermotor di jalan.

Satu kendaraan yang sering ditemui adalah motor beroda tiga yang memang diperuntukkan untuk penyandang disabilitas.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/A Nur/Kompas.com/ Gilang Satria)

Ikuti kami di
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved