Suhu Udara Terlalu Panas, Qatar Pasang Pendingin Udara di Trotoar dan Pasar-pasar

Qatar, negara dengan suhu panas ekstrem mulai memasang pendingin udara di beberapa fasilitas publik

Suhu Udara Terlalu Panas, Qatar Pasang Pendingin Udara di Trotoar dan Pasar-pasar
The Washington Post
Pemasangan pendingin udara di beberapa tempat fasilitas publik di Qatar 

Hal ini disebabkan karena listrik yang dipakai di Qatar berasal dari bahan bakar fosil yang dengan cepat melepaskan karbon dioksida ke atmosfer dan justru menyebabkan darurat iklim.

Dilaporkan oleh Bank Dunia, Qatar merupakan negara dengan penghasilan emisi gas rumah kaca per kapita terbesar di dunia.

Angka ini tiga kali lebih banyak dari Amerika Serikat dan hampir enam kali lebih banyak dari Cina.

Baca: Kisah Soekarno Suruh Hoegeng Ganti Nama, Hoegeng Menolak: Pembantu Saya Namanya Soekarno

Penyebab utamanya adalah Qatar menggunakan sekitar 60 persen listriknya untuk mendinginkan udara.

Sedangkan di Cina dan India, penggunaan pendingin udara hanya berkisar kurang dari 10 persen dari total penggunaan listrik.

Dalam Konferensi Pendinginan dan Pemanasan Listrik Internasional, diperkirakan kapasitas pendinginan udara di Qatar beserta emisi yang dihasilkan total mencapai dua kali lipat pada tahun 2030.

Angka ini naik terhitung naik dua kali lipat daripada tahun 2016.

Mohammed Ayoub, direktur peneliti senior di Institut Penelitian Lingkungan dan Energi Qatar mengemukakan bahwa di daerah perkotaan di Qatar diprediksi tidak dapat lagi dihuni.

Yousef al-Horr, selaku pendiri Gulf Organization for Research and Development atau Organisasi Teluk untuk Penelitian dan Pengembangan mengakui apabila pendingin udara dimatikan, maka kegiatan masyarakat tidak berjalan lancar.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved