Monumen Pers Nasional

Mengenal Monumen Pers Nasional yang terletak di Kota Surakarta, yang menyimpan berbagai koleksi benda sejarah berkaitan dengan pers Indonesia

Monumen Pers Nasional
kemenkominfo.go.id
Gambar Museum Pers Nasional saat masih bernama Societeit Mangkunegaran 

Sejarah Gedung Monumen Pers Nasional

Gedung Monumen Pers Nasional sebelumnya bernama Societeit Mangkoenegaran atas prakarsa Raden Mas Soeparto, yang diarsiteki oleh Mas Aboekasan Atmodimorono.

Selain memiliki nama Societeit Mangkoenegaran, masyarakat Surakarta kala itu juga biasa memanggil dengan nama Societeit Sasana Soeka.

Pada saat pertama kali berdiri, gedung tersebut digunakan sebagai tempat berkumpulnya para rakyat untuk menghibur diri, dikarenakan area keraton hanya bisa diakses bagi para bangsawan.

Masyarakat kala itu juga banyak yang menyebut dengan "Rumah Bola", dikarenakan para masyarakat Belanda banyak bermain biliar di tempat tersebut. 

Pada tahun 1933, gedung ini juga berfungsi sebagai tempat perkumpulan para aktivis pers dan berdirilah Soloche Radio Vereeniging (SRV) dengan dibawah kepemimpinan RM. Ir.Sarsito Mangoenkoesoemo sebagai radio pergerakan kaum pribumi.

Di masa awal kemerdekaan pada Sabtu, 9 Februari 1946, diadakan konferensi wartawan-wartawan dari seluruh Indonesia dan melahirkan Persatuan Wartawan Indonesia, serikat pekerja pers pertama di Indonesia.

Oleh karena itu di setiap tanggal 9 Februari dijadikan hari pers nasional.

Satu dekade pasca berdirnya PWI, para aktivis pers di Indonesia seperti, BM.Diah, mengusulkan agar berdiri sebuah monumen pers nasional.

Seraya mengabulkan permintaan para wartawan untuk dibangun sebuah museum pers.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved