Monumen Pers Nasional

Mengenal Monumen Pers Nasional yang terletak di Kota Surakarta, yang menyimpan berbagai koleksi benda sejarah berkaitan dengan pers Indonesia

Monumen Pers Nasional
kemenkominfo.go.id
Gambar Museum Pers Nasional saat masih bernama Societeit Mangkunegaran 

Pada peringatan seperempat abad PWI, bertepatan pada tahun 1971, Menteri Penerangan, Budiarjo, menyatakan bahwa pemerintah akan segera mendirikan Museum Pers Nasional yang bertempat di Surakarta, Jawa Tengah.

Pada tahun 1977, pembangunan pun dimulai, istilah museum juga diganti dengan monumen, guna memenuhi permintaan para wartawan.

Sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah, pembangunan dilaksnakan diatas tanah dan gedung Societeit Mangkoenegaran yang telah dihibahkan sebelumnya.

Dalam pembangunan menjadi monumen pemerintah tidak bekerja sendirian, namun juga bekerjasama dengan asosiasi importer film Amerika-Eropa, maka disempurnakanlah bangunan tersebut menjadi dua unit bangunan, dua lantai dan empat lantai.

Monumen Pers Nasional di Surakarta dibuka secara resmi oleh PResiden Suharto 9 Februari 1978 bertepatan dengan hari pers nasional.

Sebelumnya nama gedung itu adalah Societeit Mangkunegaran, dimana digunakan oleh rakyat Surakarta biasa untuk mencari hiburan.

Bahkan juga dikenal sebagai "Kamar Bola" dikarenakan biasa digunakan oleh orang-orang Belanda untuk bermain biliar.

Namun tidak banyak yang tahu siapakah pendiri sebenarnya bangunan tersebut, sebelum dihibahkan kepada pemerintah Indonesia, lalu dijadikan sebagai monumen.

Dua Nama Besar Pendiri Monumen Pers Nasional 

Terdapat dua nama besar yang juga ikut memprakarsai berdirinya Monumen Pers Indonesia, yaitu KGPAA Sri Mangkunegoro VII selaku pemilik pertama gedung tersebut dan Mas Aboekasan Atmodirono selaku arsiteknya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved