Sejarah dan Asal Usul Taman Sriwedari

Sejarah Taman Sriwedari dari pembentukan dan perkembangan dari sejak dibangun oleh Pakubuwono X

Sejarah dan Asal Usul Taman Sriwedari
Yayasan Sastra Lestari
Naskah dari Majalah Kajawen yang menjelaskan mengenai asal-usul berdirinya Taman Sriwedari

Laporan Wartawan Tribunsolowiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

Naskah dari Majalah Kajawen yang menjelaskan mengenai asal-usul berdirinya Taman Sriwedari
Naskah dari Majalah Kajawen yang menjelaskan mengenai asal-usul berdirinya Taman Sriwedari (Yayasan Sastra Lestari)

Taman Sriwedari merupakan salah taman kota milik Pemerintahan Surakarta yang terletak di tepi Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan.

Taman tersebut telah dibangun sejak era Pakubuwana X diatas tanah pemberian pendahulunya yaitu Pakubuwana IX.

Menurut sejarawan, Heri Priyatmoko, Pakubuwana IX membelinya sebagai hadiah bagi putra mahkotanya. Heri juga menjelaskan bahwa segala bentuk urusan administrasi diurus oleh K.R.A Sasranegara yaitu leluhur dari R.M.T Widyodiningrat.

Pembelian tanah tersebut tercatat dalam akta notaris dengan nomor 10 tanggal 13 Juli 1877 dengan harga 65.000 gulden dari warga Belanda Johanness Busselarr.

Dilansir dari situs Rumah Belajar milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (belajar.kemdikbud.go.id) bahwa pembangunan tersebut bertujuan untuk menjadi tempat terselenggaranya tradisi hiburan di setiap acara Malam Selikuran dan juga tempat hiburan bagi para rakyat, abdi dalem hingga sentana dalem.

Penggunaa nama Sriwedari sendiri berasal dari cerita pewayangan, yaitu sebuah tempat yang digunakan menjadi tempat hiburan bagi para istri Prabu Harjuna.

Sebelum Taman Sriwedari berdiri, daerah tersebut merupakan wilayah dari Desa Talawangi yang saat ini lebih dikenal dengan Desa Kadipolo, dengan batas di sebelah utara adalah Jalan Besar Purwosari( saat ini Jalan Slamet Riyadi) dan batas timur adalah Jalan Pasar Kembang (sekarang Jalan Honggowongso) dan sebelah selatan berbatasan Jalan Besar Baron (sekarang Jalan Dr Rajiman).

Demi menyenangkan rakyatnya Pakubuwana X menganggarkan biaya ribuan gulden untuk membangun taman dan menghiasi segala didalamnya.

Anggaran tersebut digunakan untuk membeli hewan buruan beraneka ragam, pernuh warna, hingga langka.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved