Mengenal Sosok Pimpinan Pertama Bentara Budaya Balai Soedjatmoko Solo

Sosok pimpinan pertama Bentara Budaya Balai Soedjatmoko, Ardus M.Sawega, wartawan senior Kompas yang berkiprah di bdiang budaya

Mengenal Sosok Pimpinan Pertama Bentara Budaya Balai Soedjatmoko Solo
TribunSolo.com
Mengenal sosok Ardus Aswaga atau yang kerap dipanggil dengan Asa 
Mengenal sosok Ardus Aswaga atau yang kerap dipanggil dengan Asa
Mengenal sosok Ardus Aswaga atau yang kerap dipanggil dengan Asa (TribunSolo.com)

Laporan Wartawan TribunSolowiki.com. Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, Solo - Dalam perjalanan Bentara Budaya Balai Soedjatmoko, telah mengalami asam garam baik dari kegiatan hingga kepemimpinan.

Salah seorang pemimpin adalah Ardus M. Sawega yang akrab dipanggil Asa merupakan salah seorang wartawan senior di Harian Kompas dan menjadi koresponden di regional Kota Solo.

Saat ini Asa aktif menjadi kurator di Bentara Budaya Balai Soedjatmoko setelah sebelumnya sempat memimpin lembaga tersebut di tahun 2009, di saat Balai Soedjatmoko dikelola sepenuhnya oleh Balai Bentara, setelah sebelumnya berada di bawah naungan Toko Buku Gramedia.

Pria kelahiran 25 Mei 1950 tersebut merupakan salah seorang pengusul atas pembangunan Balai Soedjatmoko yang sebelumnya merupakan kantor berita Harian Kompas, Bernas dan Surya.

Namun dikala Balai Soedjatmoko diresmikan oleh Jakoeb Oetama, dirinya dipindahtugaskan untuk ke Jakarta di bagian redaksi.

Hingga ditahun 2009, Asa kembali ke Solo dan diminta untuk mengepalai Balai Soedjatmoko yang menjadi dibawah manajemen Bentara Budaya.

Mengawali karir sebagai wartawan Majalah Midi, majalah untuk anak muda yang pertama kali terbit pada 11 Agustus 1973 dengan isinya seperti kolom perkenalan, TTS hingga ramalam bintang.

Hingga di tahun 1981 dirinya menjadi wartawan Kompas dan menjabat sebagai koresponden bagi regional Solo raya.

Dibalik karir wartawan Asa memiliki latar belakang seni dan budaya yang cukup baik, sehingga mengasah pola pikirnya.

Belajar seni karawitan langsung dari lingkungan Keraton Solo dari sosok Gendon S.D. Humardani, seorang seniman yang pernah menampilkan seni tari Gatotkaca di hadapan Sukarno, membentuknya menjadi pemerhati seni hingga saat ini.

Kemampuannya di bidang seni mempengaruhi banyak hal pada perkembangan Bentara Budaya Balai Soedjatmoko hingga saat ini.

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved