Kampung Batik Laweyan

Mengenal salah satu cagar budaya yang terletak di sudut Kota Surakarta, mengenalkan batik melalui sejarah dan wisatanya

Kampung Batik Laweyan
tribunsolo.com/muhammad irfan al amin
Selamat Datang di Kawasan Kampung Batik Laweyan 

Dalam usaha batik sempat terdapat mengalami gejolak dan menyusut di tahun 1970 di kala batik printing merajalela dan menguasai pasar kain di wilayah Jawa.

Hingga di tahun 2004 kembali bangkit dan menjadikan secara resmi sebagai "Kampung Batik" dan pada waktu tersebut pengusaha batik mengalami penyurutan dari yang sebelumnya berjumlah ratusan hingga menurun menjadi 16 saudagar yang ikut terdaftar.

Selain Kelurahan Laweyan akhirnya dikembangkan wilayah lain untuk menjadi Kampung Batik serupa di Kecamatan Laweyan, sehingga industri dan wisata batik tidak terbatas di satu wilayah saja.

Di wilayah lain terdapat Kampung Batik Kauman, yang tidak jauh dari Laweyan dan dekat dengan Keraton Surakarta, dikarenakan banyak penghuni di dalamnya merupakan para anggota abdi dalem.

Para pengusaha batik yang terletak di Kampung Batik Laweyang terorganisasi menjadi satu dibawah Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL) dan telah berdiri sejak 25 September 2004 dengan Surat Penunjukkan dan penugasan dari Bappeda Kota Surakarta.

Saat ini FPKBL diketuai oleh Alpha Febela Priyatmono, salah seorang dosen arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sejarah Kampung Batik Laweyan

Makam Ki Ageng Enis di Laweyan
Makam Ki Ageng Enis di Laweyan (tribunsolo.com/muhammad irfan al amin)

Berdirinya Kampung Batik Laweyan tidak lepas dari sejarahnya yang dahulu merupakan sebuah pasar dengan nama Pasar Laweyan di masa Paku Buwono II.

Selain keberadaan Pasar Laweyan, kawasan Kampung Batik Laweyan juga dekat dengan kebun kapas sehingga memperkuat pengaruh industri bahan baku kain.

Dilansir dari tulisan Dhian Lestari dengan judul "Struktur dan Fungsi Interior Dalêm Indis bagi Saudagar Batik Laweyan di Awal Abad ke-20" di jurnal Dewaruci miliki ISI Solo, bahwa laweyan berasal dari kata lawe yang bermakna bahan baku tenun.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved