Kampung Batik Laweyan dan Perkembangan Agama Islam

Perkembangan keislaman masyarakat Kampung Batik Laweyan dari kejawen hingga mengalami purifikasi

Kampung Batik Laweyan dan Perkembangan Agama Islam
tribunsolo.com/muhammad irfan al amin
Kaligrafer batik Laweyan bersama hasil karyanya 

Kampung Batik Laweyan dan Perkembangan Agama Islam
Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO - Keyakinan religiusitas masyarakat saudagar Laweyan secara mayoritas beragama islam.

Secara asal-usul agama islam hadir sejak moyang mereka yang berasal dari wilayah sebelah timur Bengawan Solo, wilayah Sukoharjo dan Klaten.

Meskipun secara masyarakat Laweyan menganut agama islam namun sedikit dari mereka yang menjalankan syariat seperti shalat 5 waktu dan ritual ibadah lainnya.

Selain itu banyak dari mereka yang masih menjalankan tradisi klenik seperti nglakoni, yang berkaitan dengan bentuk prihatin dalam kepercayaan Jawa, dari mulai menjalankan tirakat di daerah Pantai parangtritis hingga berendam di Sungai Bengawan Solo yang dipercaya dapat meningkatkan kesuksesan mereka.

Kontras dengan wilayah tetangga, Kauman yang merupakan daerah Keraton dan mayoritas di daerah tersebut merupakan santri dari berbagai pesantren di Jawa dan para priyayi terdidik yang menjadi abdi dalem keraton.

Para saudagar Laweyan memiliki konsep beragama terkait dengan kepentingan dagang mereka, yang berprinsip "buka gendeng tutup gendeng", yang artinya agama diperlukan ketika orang lahir menjadi manusia dan di saat menutup diri menjadi manusia.

Sekularitas warga Laweyan dan konsep Kejawen yang mereka anut akhirnya mulai memudar hingga awal abad ke-20, hal ini mulai ditandai dengan kehadiran para tokoh keagamaan.

Seperti Haji Samanhudi salah seorang menjadi pendiri Sarekat Dagang Islam yang menjadi cikal bakal dari Sarekat Islam, sebuah pergerakan agama islam pertama sebelum Indonesia merdeka.

Sosok Haji Samanhudi dituliskan oleh Muthahharah dalam tulisannya "K.H. Samanhudi dan Syarikat Dagang Islam" di Jurnal Al Fikr UIN Alauddin Makassar, hadir dengan pemikiran yang diadopsi dari para pembaharu Timur tengah seperti Muhammad Abduh, Jamaluddin Al Afghani dan Muhammad Ridha.

Maka dengan kehadiran Syarikat Dagang Islam yang diinisiasi oleh Haji Samnhudi mampu menggerakkan semangat keislaman di wilayah Laweyan, serta mengurangi aktifitas kejawen yang banyak bertentangan dengan syariat islam.

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved