Konsep "Berkah", Ramah Lingkungan dan Revitalisasi Keuntungan

Sebuah konsep berkah yang dianut dan mulai disosialisasikan dalam proses interaksi baik dalam jual beli maupun wisata

Konsep
tribunsolo.com/muhammad irfan al amin
Mushaf Al Qur'an karya Masyarakat Kampung Batik Laweyan 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO - Keberadaan Kampung Batik Laweyan sebagai kampung industri dan wisata mampu meningkatkan angka ekonomi masyarakat, hal ini tercatat dari jumlah pengusaha yang tercatat di Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL) sebanyak 22 pengusaha hingga saat ini berkembang lebih dari dua kali lipat.

Namun dampak ekonomi juga memberi pengaruh terhadap lingkungan sekitar terutama di sekitar wilayah Sungai Jenes dan Wingko yang menjadi destinasi pembuangan limbah bagi para pengusaha di sekitar Laweyan.

Hingga akhirnya oleh Alpha selaku ketua FPKBL, dicetuskan untuk membuat sanitasi pembuangan bersama limbah bagi para pengusaha batik.

Selain itu dibuat juga kompor biogas yang bisa menghasilkan api dari sisa limbah yang telah difermentasi.

Penggunaan bahan baku batik ramah lingkungan juga sering digalakkan, yang berasal dari bahan baku alami juga mulai digunakan oleh banyak pengusaha, saat kesadaran untuk menjaga lingkungan telah dimulai.

Alpha menyebut usahanya dengan nama konsep "Berkah" dengan harapan dapat meningkatkan hasil profit namun tidak melupakan esensi keagamaan dan juga lingkungan.

Kesadaran digalakkan demi menjaga dua sungai, Jenes dan Wingko dari pengaruh limbah yang mampu merusak habitat alam yang ada, mengingat dua sungai tersebut pernah digunakan sebagai jalur transportasi ekonomi disaat jalur kereta belum dibuat.

Atas usaha untuk menjaga kelestarian tersebut akhirnya tercipta alternatif wisata selain batik dan sejarah namun juga wisata alam.

Hal ini sangat diminati para wisatawan baik domestik maupun mancanegara, tidak hanya individu bahkan banyak yang hadir secara rombongan dengan skala besar.

Wisata alam di Kampung Batik Laweyan akhirnya juga ikut melebar hingga wilayah Kabupaten Sukoharjo yang mana masih banyak memiliki lahan lapangan dan persawahan luas.

Kolaborasi wisata alam dan wisata edukasi batik sering dilakukan dan banyak diminati oleh masyarakat hingga saat ini, sebuah variasi dalam pengembangan usaha wisata.

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved