Kedekatan Samanhudi dan Tirto, Perpaduan Wartawan dan Hartawan

Tirto adalah sahabat karib dari Samanhudi sehingga terciptalah Sarekat Dagang Islam atas keakraban keduanya, namun hubungan itu retak akhirnya

Kedekatan Samanhudi dan Tirto, Perpaduan Wartawan dan Hartawan
kemdikbud.go.id
Sosok Tirto Adisurjo, pahlawan pers dan salah satu perintis Sarekat Islam 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TribunSoloWiki.com, Solo - Hubungan antara Tirtoadisurjo seorang jurnalis pelopor harian Medan Prijaji dan Samanhudi seorang saudagar batik asal Solo sangatlah erat, kecocokan visi dan misi keduanya membuat mereka mendirikan sebuah organisasi korporasi bersama yaitu Sarekat Dagang Islam.

Menurut Merle Calvin Ricklefs Tirtoadisurjo mendorong seorang pedagang batik yang berhasil di Surakarta bernama Haji Samanhudi (1868-1956) untuk mendirikan Sarekat Dagang Islam sebagai suatu koperasi pedagang batik jawa.

Dan setelah memulai organisasi dan maju dengan sedemikian pesatnya, maka banyak cabang yang mulai berdiri salah satunya di Surabaya dengan dibawah pimpinan H.O.S. Tjokroaminoto.

Dikarenakan sebagian besar waktu dari Samnhudi tersita untuk urusan dagang.

Pada tahun 1912, organisasi tersebut mengubah namanya menjadi Sarekat Islam (SI), akibat hal tersebut Tirto dan Samanhudi mengalami beda pendapat.

Perbedaan tersebut terletak pada pola pendekatan terhadap Belanda, Tirto sangat anti Belanda hal ini terlihat dalam tulisannya yang tersebar di media Medan Prijaji dan media bentukannya yang lain, dan belanda sendiri tidak mneyukainya.

Sedangkan SI yang kala itu muali diemban oleh Tjokroaminoto sebagai pemimpin, sangatlah dekat dengan belanda, dan berdirinya atas seizin Gubernur Jenderal Belanda kala itu.

Perbedaan mendasar inilah yang membuat Tirto salah seorang pendiri dari SDI keluar dan kembali kepada aktifitas awalnya yaitu penulis di Medan Prijaji, bahkan sekeluarnya dia dari SI, Medan Prijaji semakin akktif dalam terbitannya yang semula mingguan menjadi harian.

Keduanya semakin menjauh di saat Samanhudi semakin sibuk dengan SI dan Tirto diasingkan Belanda akibat tulisannya yang membahayakan kolonialisme.

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved