Mengenal Samanhudi, Sosok Perintis Kemerdekaan Bernama Kecil Sudarno Nadi

Mengenal Samanhudi, yang bernama kecil Sudarno Nadi. Sukses menjadi pedagang batik dan berkiprah dalam dunia persarekatan

Penulis: Muhammad Irfan Al Amin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
tribunsolo.com/irfanamin
Foto Samanhudi dan istri, Suginah 

Sesampainya di tanah nusantara, dengan nama baru Samanhudi, maka dimulailah gerakan keagamaan untuk mengingat kematian dengan nama, Mardhi Budhi, yang berlanjut hingga pada pendirian Sarekat Dagang Islam.

Diawal pendirian Sarekat Dagang Islam, organisasi tersebut bertujuan menghimpun para pedagang untuk melawan ketidakadilan terhadap pemerintah Kolonial Belanda yang diskriminatif dan selalu memprioritaskan para pedagang Cina, sehingga pedagang pribumi dibuat susah dan pedagang Cina semakin serakah juga memegang kendali terhadap monopoli dagang.

Melalui sarekat tersebut mulailah terserap banyak anggota yang ternyata tidak hanya dari kalangan pedagang saja, namun juga dari rakyat biasa yang notabene merupakan petani dan karyawan rendahan. 

Walaupun banyak melawan para pemerintah kolonial dan pedagang Cina dikarenakan ketidakadilan, Samanhudi tidak memiliki tendensi sama sekali secara rasial. 

Hal ini dibuktikan oleh Samanhudi yang memiliki banyak relasi dari sebagian pedagang Cina yang masih berhati baik dan jujur.

Selain melakukan kritik dan perlawanan secara organisasi, Samnhudi juga memberi dukungan terhadap para pembakar gudang tembakau milik pedagang Cina yang curang, tidak hanya memberi restu bahkan juga memberi uang saku.

Hal ini tertulis dalam biografi Haji Samanhudi terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

"Ia tidak hanya memberi restu atau memberikan persetujuan, tetapi juga memberi bantuan berupa uang untuk bekal dan membeli alat-alat yang diperlukan."

Besarnya pengaruh Samanhudi, juga terlihat ketika dirinya mampu memberikan kritik secara terbuka kepada Susuhunan raja Surakarta agar tidak terlalu menaruh hormat kepada residen Surakarta.

Dikarenakan menurut Samanhudi, pemimpin keraton merupakan khalifah, yang memiliki makna sebagai wakil Allah di muka bumi.

Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved