Patung Slamet Riyadi: Diusulkan Sejak Orde Baru, Dibangun di Era Reformasi

Direncanakan sejak masa orde baru masih berkuasa namun baru bisa terealisasi setelah reformasi

tribunsolo.com/adisuryasamoedra
Patung Slamet Riyadi di kalam malam hari 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO - Pada hari Senin 18 Februari 2006, sejumlah elemen masyarakat Kota Surakarta memadati Jalan Slamet Riyadi, dikarenakan walikota mereka, Joko Widodo akan melaksanakan peletakkan batu pertama monumen patung Slamet Riyadi bersama Kepala Staf Angkatan Darat, Djoko Susanto.

Dalam perjalanannya proses pembangunan membutuhkan waktu lebih dari setahun, dan berakhir pada 12 November 2007.

Pembangunan patung tersebut, sejatinya sudah direncanakan sejak lama, bahkan saat rezim orde baru masih berkuasa.

Hal ini seperti disampaikan oleh Dandim Kota Solo Sadputro Adi Nugroho yang menjabat pada tahun 2007  hingga 2009,  bahwa ide pembangunan patung Slamet Riyadi sudah ada sejak lama.

Usulan pembangunan monumen bersejarah itu hadir dari para purnawirawan tentara yang tergabung dalam Dewan Harian 45. 

Namun dirinya juga tidak tahu pasti mengapa realisasi proyek baru bisa dilaksankan pasca reformasi, mengingat Slamet Riyadi sendiri merupakan pahlawan asli Kota Solo.

Sadputro juga menyebutkan pendirian baru bisa dilaksanakan setelah Kepala Staf Angkatan Darat merupakan warga kelahiran Surakarta, sehingga menurutnya menjadi aspek yang memudahkan dalam proses pengajuan pembangunan.

Saat ini patung Slamet Riyadi telah menjadi simbol dari Kota Solo, mengingat letaknya di tempat strategis, sehingga hampir setiap wisatawan yang berkunjung pasti mampir walau untuk sekedar berfoto.

Selain itu dari Pemerintah Kota Solo juga merawat bangunan yang memiliki tinggi keseluruhan 11 meter, seperti melakukan pembersihan secara berkala.

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved