Akhir Kisah Dokter Moewardi, Sang Pejuang Kemerdekaan

Hingga saat ini sosok Moewardi belum jelas dimana sosoknya, baik dia hidup maupun meninggal, beginilah kisah akhirnya.

tribunsolo.com/muhammad irfan al amin
Foto Moewardi yang terpajang di depan ruang IGD Rumah Sakit Moewardi 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sempat melepas sementara sebagai dokter, dan menggantungkan gelarnya sebagai "dokter gembel" dikarenakan harus mengurus ikut kemerdekaan Republik Indonesia dan membangun fondasi pertahanan militer, tidak membuat Moewardi lupa akan sumpahnya, yaitu sumpah profesi dokter.

Setelah menetap di Solo pasca pemindahan ibukota, Moewardi kembali menjalankan profesi kedokterannya yang sempat ditanggalkan.

Praktek dengan segalam macam pasien juga dia layani hingga tiba pada 13 September 1948.

Ketika itu Mayor Hendroprijoko mencegah Moewardi untuk berpraktek menngingat kondisi negara sedang gawat.

Kecurigaan Hendroprijoko wajar terjadi karena sebelumnya seperti diceritakan dalam buku "PKI Bergerak", karya Harry A. Poeze, bahwa Moewardi yang juga masih menjabat sebagai pimpinan Barisan Banteng mengabarkan sebuah dokumen kepada Sukarno dan Hatta yang berisi mengenai kemungkinan terjadinya pemberontakan yang dilakukan oleh Pesindo yang berhaluan komunis.

Alih-alih mendengarkan, Moewardi tetap kukuh menjalankan operasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan, seraya berkata,

"Saya Pemimpin dan saya juga dokter yang terikat dengan sumpah dokter. Percayalah saya tidak akan dibunuh oleh bangsa sendiri yang mau membunuh saya hanyalah Belanda. Pasien saya harus segera dioperasi."

Maka setelah menyampaikan pesan di hadapan anak buahnya, Moewardi tetap berangkat dengan menggunakan andong ke rumah sakit.

Tak lama kemudian, pada pukul 11.00, terdengar keriuhan dari letusan senjata api, Moewardi diculik, dan kantor polisi di dekat rumah sakit habis diserbu.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved