Demi Bisa Sekolah Kedokteran, Moewardi Tempuh Hal Ini

Untuk mendapat akses pendidikan kedokteran di STOVIA, Moewardi harus menempuh hal ini

Dokumentasi Keluarga Moewardi yang diberikan kepada Tribunsolo.com
Foto sosok Moewardi saat mengenakan jas dokter 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO - Masyarakat Indonesia mengenal Moerwadi sebagai pahlawan Indonesia, dan tentunya karena namanya diabadikan dalam bentuk rumah sakit maupun fasilitas publik lainnya.

Namun dibalik kisah perjuangan dan keuletan Moewardi terdapat sebuah kisah perjuangannya dalam memperoleh kesempatan untuk belajar di School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA), sekolah kedokteran di Jakarta yang kini menjadi Universitas Indonesia.

Lahir di Kota Pati dari keluarga mantri guru, yaitu Tuan dan Nyonya Sastrowardoyo, membuatnya bisa menikmati pendidikan lebih baik dari masyarakat pribumi lainnya.

Dimulai dari Sekolah Dasar Bumi Putera hingga ELS (Europesche Lager School), setara Sekolah Menengah Atas saat ini.

Diujung proses pendidikannya, Moewardi menghendaki untuk masuk STOVIA untuk menjadi dokter.

Namun mengingat dirinya bukan dari kalangan bangsawan yang memiliki akses mudah untuk mendaftar, memaksa sang ayah mencari surat rekomendasi.

Seperti diceritakan salah seorang putera Moewardi, Banteng Witjaksono, akhirnya ditemuilah sang Paman yang merupakan seorang dokter di Cilacap demi mendapat rekomendasi.

Berangkatlah Moewardi dengan rekomendasi dari sang paman, untuk belajar ke STOVIA.

Selama di STOVIA, Moewardi terkenal pintar hingga mampu meraih beasiswa untuk belajar tanpa dipungut biaya.

Moewardi membutuhkan waktu hampir 12 tahun untuk menyelesaikan masa belajar, mengingat dirinya tidak hanya belajar namun juga ikut memimpin kepanduan di wilayah Hindia Belanda.

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved