Moewardi, Dokter Desa yang Mengobati dengan Sukarela

Kerap dijuluki dokter gembel, sosok dermawan Moewardi gemar memberi pengobatan tanpa memungut biaya

Dokumentasi Kwartir Nasional yang diberikan kepada Tribunsolo.com
Moewardi diapit diantara kedua temannya 

Moewardi Sang "Dokter Gembel", Anak Desa Yang Mengobati Dengan Sukarela
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kerap dijuluki "dokter gembel", membuat dokter Moewardi, sosok alumni sekolah kedokteran STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) saat ini menjadi Universitas Indonesia, semakin bersemangat. 

Kedekekatannya dengan rakyat jelata yang tak mampu mendapat akses pengobatan di zaman Hindia Belanda membuatnya masyhur sebagai insan dermawan.

Semasa purna studinya di STOVIA, Moewardi mengadakan sebuah hajatan tasyakuran dengan nama "Kenduri Modern".

Sebuah hajatan yang diisi dengan kegiatan praktek pengobatan langsung oleh Moewardi dari pukul 06.00 hingga 24.00 tanpa dipungut biaya sama sekali.

Dilansir website berita Universitas Indonesia (ui.ac.id), bahwa Moewardi merupakan sosok langka karena berhasil meraih gelar profesi dokter dan spesialis yaitu THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan).

Latar belakang pendidikan dari keluarga guru di Kota Pati yang disiplin dan penuh kerja keras yang membuat sosok Moewardi menjadi dermawan dalam bekerja.

Berkat kerja keras, integritas dan pengabdian tanpa batas Moewardi, sosoknya menjadi panutan bagi generasi saat ini, seperti disampaikan oleh Lichte Christian Purbono salah seorang cicit Moewardi yang saat ini sedang berdinas kedokteran di Bali.  

Karena pengabdiannya sebagai "dokter gembel" dan ikut memperjuangkan proses kemerdekaan Indonesia, dirinya dianugerahi sebagai pahlawan dan namanya diabadikan menjadi salah satu rumah sakit di Solo yaitu Rumah Sakit Moewardi

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved