Moewardi: Sosok Dokter yang Membangun Karier dari Kepanduan

Tidak hanya dikenal sebagai dokter Moewardi juga merupakan aktifis pandu dan ikut berkiprah di dalamnya

Dokumentasi Kwartir Nasional yang diberikan kepada Tribunsolo.com
Penyerahan bendera dari Moewardi kepada salah seorang tentara Jepang dalam rangka seremoni pembubaran kegiatan kepanduan 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO - Moewardi, si anak mantri guru dari Jakenan di wilayah Kota Pati, berhasil menamatkan pendidikannya di STOVIA, sekolah kedoteran yang kini menjadi Universitas Indonesia.

Tak cukup menjadi dokter saja, Moewardi kembali melanjutkan pendidikan spesialis THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan).

Namun dibalik prestasinya menjadi seorang dokter, terdapat latar belakang pendidikan lainnya yaitu, kepanduan.

Moewardi aktif sebagai pandu sejak massih mengenyam pendidikan menengah atas di ELS (Europesche Lager School) Pati.

Bakat serta kemampuannya membuatnya selalu berprestasi, bahkan saat aktif menjadi anggota Nederlandsch Indische Padvinders Vereeniging (NIPV) dirinya nyaris mencapai jenjang Assistant Troep Leider, wakil pimpinan pasukan yang sangat jarang dicapai oleh anak anak bumiputera kala itu.

Seperti dijelaskan Wakil Ketua Kwartir Nasional Bidang Kehumasan dan Informatika, Berthold D.H. Sinaulan, bahwa dia menolak jabatan tersebut dikarenakan harus memberi hormat kepada ratu Belanda.

Meskipun di organisasi kepanduan Belanda dia gagal, namun karir kepanduannya di nasional atau pemuda Hindia Belanda terus berlanjut hingga mencapai tingka Jong Java Padvinderij yang kemudian berubah menjadi Pandu Kebangsaan (PK) dan berubah kembali menjadi Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI).

Tidak hanya sekedar duduk menjadi anggota, pada ketiga organisasi tersebut sosok Moewardi selalu diamanahi jabatan Komisaris Besar ataupun pemimpin tertinggi.

Apabila dibanding dengan saat ini, jabatan tersebut telah setara dengan ketua kwartir nasional.

Kiprahnya dalam kepanduan, ditunjukkan dalam proses penyatuan organisasi pandu seluruh Indonesia menjadi Pandu Rakyat Indonesia.

Berkat karirnya di kepanduan, Moewardi selalu duduk sebagai pemimpin di setiap organisasi yang diikuti, hingga puncaknya menjadi pemimpin Barisan Banteng salah satu pasukan keamanan negara pasca merdeka.

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved