Dokter Oen: Berjuang dari Ranah Pengobatan hingga Meja Politik

Mengenal perjuangan dokter Oen yang ikut berjuang dalam kemerdekaan republik Indonesia

tribunsolo.com/muhammad irfan al amin
Monumen dokter Oen Bong Ing di depan Rumah Sakit 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO -Dokter Oen atau yang memiliki nama lain Obi Darmohusodo hidup di empat zaman kepemimpinan dari Belanda hingga Suharto.

Selain perannya sebagai dokter, dokter oen juga ikut memperjuangkan kemerdekaan melalui konstituante dengan terpilih sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung pada 27 Desember 1949.

Tugas DPA sendiri sesuai dengan ketentuan UUD 1945 adalah memberi saran dan masukkan serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh presiden, atau singkatnya sebagai pembantu presiden dalam menjalan kabinet.

Namun tak lama dirinya menjabat sebagai anggota DPA, dokter Oen memilih mundur dari dunia perpolitikan dikarenakan kesibukannya sebagai dokter dan kepala rumah sakit yang mendesak.

Selain berjuang secara politik, dokter Oen juga pernah membantu Jenderal Sudirman dalam operasi gerilya melawan Belanda dengan mengirim penisilin sang jenderal yang mengidap Tuberkolosis (TBC) akut hingga bahkan harus ditandu.

Kedekatannya dengan rakyat baik miskin maupun kaya, dari biasa hingga ningrat di wilayah istana, membuatnya selalu di elu-elukan oleh berbagai kalangan.

Seperti dilansir dari tulisan Ravando dalam buku "Dr.Oen : Pejuang dan Pengayom Rakyat Kecil", yang menjelaskan, ketika terjadi huru-hara anti Cina, dokter Oen lah yang menjadi mediator dan ikut meredam ketegangan, seperti ketika pemberontakan G30S/PKI yang menjadikan warga Cina sebagai tertuduh pelaku.

Karena perjuangannya pula pemerintah Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada dr Oen berupa Satya Lencana di tahun 1976.

Selain mendapat gelar penghormatan dari pemerintah, Keraton Mangkenegaran juga memberikan gelar dikarenakan prestasinya dengan nama Kanjeng Raden Tumenggung Oen Bong Ing Darmohusodo di tahun 1944.

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved