Dokter Oen Si Anak Pedagang Tembakau

Mengenal dokter Oen, sang dokter sederhana dan dermawan yang merupakan anak dari saudagar tembakau

zoom-inlihat foto Dokter Oen Si Anak Pedagang Tembakau
Dokumentasi Rumah Sakit Dr.Oen
Foto dokter Oen saat mengerjakan pengobatan dan memberikan resep

TRIBUNSOLOWIKI.COM - Mengenal sosok dokter Oen Bong Ing yang hidup di empat era dari Belanda, Jepang, Sukarno dan terakhir dia wafat di era pemerintahan Suharto.

Oen Bong Ing lahir pada 3 Maret 1903, meskipun kiprahnya banyak di Kota Surakarta namun dirinya lahir di Salatiga.

Sehingga sosok Oen Bong Ing selalu lekat dengan angka 3, tanggal, bulan, tahun serta tempat kelahiran mengandung esensi angka 3.

Seperti dilansir dari website resmi Rumah Sakit dr. Oen Solo Baru (https://www.droensolobaru.com) bahwasanya Oen kecil hidup dikalangan pengusaha.

Ayahnya sendiri merupakan pengusaha tembakau yang memiliki omset besar, dan perkebunan serta ladang pengeringan tembakau yang tersebar di Wonosobo dan Salatiga.

Dari latar belakang keluarga Oen, tidak hanya sekedar pedagang saja, sang kakek juga merupakan seorang sinshe Tionghoa atau dokter yang juga gemar untuk menolong banyak orang.

Walaupun terlahir dari golongan kaya, tidak membuat sosok Oen menjadi terlena, justru dirinya lebih akrab dengan dunia yang ditekuni kakeknya yaitu pengobatan.

Hal ini terlihat ketika diusianya yang 5 tahun, Oen kecil menunjukkan hasrat minatnya terhadap bidang kesehatan, seperti hafal nama jenis tanaman herbal dan obat-obatan yang telah diracik kakeknya.

Bahkan hal detail seperti deretan urutan nomor laci obat milik kakeknya telah dihafal Oen diluar kepala.

Baginya pengobatan dan penyembuhan telah menjadi semacam hobi baru sedari kecil, bahkan disaat yang bersamaan dia selalu membantu pasien dari memapah dan memanggil nomor urut pasien yang telah menunggu untuk berobat.

Kesabaran dan ketelatenannya dalam membantu sang kakek membuatnya sadar mengenai filosofi hidup dan makna untumembantu sesama terutama dalam dunia medis.

Sang kakek yang tidak pernah memungut biaya dalam mengobati orang itu selalu berpesan "Tuhan memberikan rezeki pada kita selama tangan kita melayani, selama hati dipenuhi rasa cinta".

Pesan itulah yang selalu dikenang dan terpatri dalam diri Oen hingga dirinya menginjak dewasa.

 Kesabaran dan keuletan dokter Moewardi berbuah hingga dirinya wafat, namanya harum di Kota Solo dengan disematkan namanya sebagai rumah sakit yang dikenal dengan , "Rumah Sakit Dokter Oen".

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved