Hubungan Dokter Oen dan Mangkunegaran

Mengenal dokter Oen yang berkiprah dalam bidang medis dan hubungannya dengan Keraton Mangkunegaran

zoom-inlihat foto Hubungan Dokter Oen dan Mangkunegaran
Dokumentasi Rumah Sakit Dr.Oen
Lukisan dokter Oen

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com. Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO- Berkiprah sebagai dokter yang tulus tanpa memasang tarif khusus, membuat dokter Oen menjadi perhatian baru di wilayah Surakarta, meskipun dirinya bukan warga asli wilayah tersebut.

Pada tahun 1944, dokter Oen diminta untuk menjadi dokter pribadi Pura Mangkunegaran yang akan dia emban terus hingga akhir hayatnya.

Seluruh kerabat Mangkunegaran pernah merasakan penanganan dari dokter Oen, dari putra sentara hingga para pegawai Mangkunegaran, hingga bahkan mengawasi secara khusus Gusti Nurul dan menjadi dokter pribadinya.

Keakraban antara keluarga Mangkunegara dengan dokter Oen semakin terlihat saat Sri Mangkunegoro IX yang hampir diangkat menjadi anak, namun hal tersebut urung terjadi.

Walaupun ketika lahir sempat diberi imbuhan nama dalam Bahasa Mandarin yaitu Wu Yi Sudjiwoa yang berarti Sudjiwo yang lahir di tahun 51 atau lebih tepatnya 1951.

Meskipun demikian kedekatan kedua belah pihak tidak pernah luntur, bahkan ketika menjabat sebagai dokter pribadi Pura Mangkunegaran dirinya mendapat gelar Kanjeng Raden Tumenggung Oen Bong Ing Darmohusodo di tahun 1944.

Sesudah wafatnya, pihak Mangkunegaran kembali memberikan gelar dan menaikkan dari tingkat sebelumnya dan menjadi Kanjeng Raden Mas Tumenggung Haryo OBI Darmohusodo.

Maka kedekatan antara istana dan tabib tersebut tidak hanya sebatas pemberian gelar saja namun juga menjadi kerabat keluarga.

Selain mendapat penghargaan dari istana mangkunegara, dokter Oen juga mendapat penghargaan dari pemerintah Republik Indonesia berupa Satya Lencana di tahun 1976.

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved