Mengenal Dokter Oen, Berbakti pada Negeri dengan Mengobati

Masyarakat banyak mengenal dokter Oen sebagai nama rumah sakit, namun dibalik itu ada sosok yang ahli mengobati tanpa harap imbalan pada pasiennya

Mengenal Dokter Oen, Berbakti pada Negeri dengan Mengobati
tribunsolo.com/muhammad irfan al amin
Monumen dokter Oen Bong Ing di depan Rumah Sakit 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO -Masyarakat banyak mengenal sosok dokter Oen sebagai nama rumah sakit.

Namun di balik nama tersebut ada sosok dokter yang mengabdikan jasanya tanpa menaruh khusus dalam pengobatannya dialah yang bernama lengkap Oen Bong Ing.

Proses perjalanannya dalam meniti karir sebagai dokter dimulai setelah melalui pertentangan keras dari keluarga yang tidak mendukungnya untuk menjadi dokter, dikarenakan sebuah pesan.

"Jangan sekali-kali jadi dokter karena kamu nanti pasti hanya sibuk mencari kekayaan dengan membebani orang sakit."

Walaupun restu sempat tersendat namun akhirnya kedua orantua Oen Bong Ing dengan sukarela mengizinkan untuk melanjutkan di sekolah kedokteran di Batavia (Jakarta).

Akhirnya Oen lulus di tahun 1932 dari sekolah kedokteran STOVIA School tot Opleiding van Inlandsche Arsten (STOVIA) bersama dengan salah seorang pelopor Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Slamet Iman Santoso.

Maka mulai prakteklah dokter Oen, dengan gelar tersebut dirinya membuktikan bahwa pengobatan adalah salah satu metode terbaik dalam penyebaran kebaikan yang telah diajarkan oleh keluarganya.

Di Solo, dokter Oen membuka prakteknya, berbeda dengan sang kakek yang menggunakan metode tradisional, dokter menerapkan ilmu yang dipelajari di STOVIA yaitu menggunakan metode pengobatan ala barat.

Tanpa membedakan suku, agama hingga ras antar golongan, dokter Oen meneriman segala pasiennya, dan terpenting secara keseluruhan dirinya tidak menentukan tarif biaya hanya menaruh kotak di salah satu sudut ruang praktiknya.

Dilansir dari Harian Kompas edisi Selasa 13 Maret 2003, dokter Oen senantiasa membuka prakteknya setiap jam 3 dinihari.

Hal tersebut dilakukan demi mengenang sosok diri dokter Oen yang selalu lekat dengan angka 3, dari tanggal lahir hingga tempat kelahirannya.

Walaupun gratis, khasiat dan kemujaraban dari dokter Oen dapat dirasakan oleh banyak orang, seperti dilansir dari tulisa Ravando, "Dr Oen Boen Ing Patriot doctor, social activist, and doctor of the poor," yang diterbitkan oleh Universitas Indonesia bahwa pengobatan modern dokter Oen merupakan hal langka di tahun-tahun itu.

Bahkan di saat masyarakat lebih percaya dengan pengobatan klenik, dr. Oen mampu menghadirkan pengobatan modern dengan harga lebih murah bakan gratis apabila tidak mampu membayarkannya.

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved