Jatuh Bangun PMI Surakarta pada Masa Awal Berdiri

Menyelami kisah kelam dari PMI Surakarta saat awal pendiriannya, penyerangan Belanda menjadi kisah berdarah terkelam dan tercatat dalam sejarah

Jatuh Bangun PMI Surakarta pada Masa Awal Berdiri
TRIBUNSOLO.COM/MUHAMMAD IRFAN AL AMIN
Monumen prasasti 'Peristiwa Solo' yang terletak di Pasar Gading Kota Surakarta 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Di balik kokohnya gedung PMI Surakarta yang terletak di Jalan Kolonel Sutarto, Kecamatan Jebres, terdapat sebuah kisah kelam semasa awal berdirinya.

PMI Surakarta yang berdiri 7 bulan pasca berdirinya PMI nasional di Jakarta.

Seperti dikisahkan oleh Indra Yogasara dalam Buku Sejarah PMI yang diterbitkan Markas Pusat PMI pada tahun 1953.

Kala itu dr. KRT. Padmonegoro menjabat sebagai ketua PMI Surakarta.

Dia sendiri merupakan dokter pribadi dari Keraton Surakarta dan merupakan kerabat Mangkunegaran dikarenakan dirinya adalah seorang menantu Pakubuwono X.

Semasa awal berdirinya, PMI Surakarta harus mendapat banyak cobaan, dari kantor yang selalu berpindah hingga mendapat serangan dari militer Belanda.

Padahal dalam Hukum Humaniter Internasional disebutkan bahwa tenaga medis tidak boleh diserang, namun peristiwa penyerangan tersebut tetap tidak terelakkan.

Mereka menyebutnya sebagai 'Peristiwa Solo' dan diabadikan menjadi monumen prasasti yang terletak di Pasar Gading, Kota Surakarta.

Akibat persitiwa tersebut, seluruh korban meninggal dimakamkan dengan penuh kehormatan sebagai mana pahlawan yang gugur dalam medan perang.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved