Pono: Platform Belanja Kebutuhan Rumah Tangga Asal Kota Surakarta

Pono sebuah platform belanja kebutuhan pokok masyarakat asal Kota Surakarta, yang tumbuh dengan pesat di tengah pandemi Covid19

TRIBUNSOLO.COM/MUHAMMAD IRFAN AL AMIN
Wajah depan dari kantor Pono 

Profil Pono

TRIBUNSOLOWIKI.COM - Di era digital saat ini, seluruh kegiatan dan kebutuhan hidup dapat dipenuhi melalui layanan daring sehingga dapat meminimalisir transaksi tatap muka.

Salah satunya adalah Pono, sebuah perusahaan yang menyediakan layanan titip belanja kebutuhan masak rumah tangga seperti sembako, sayur, daging, hingga kebutuhan dapur.

Penggunaan nama pono sendiri terinspirasi dari nama salah seorang purchasing (tukang belanja) yang bernama Supono, yang memiliki keahlian dalam belanja dan memilih barang dengan harga paling murah di pasaran dan kualitas tetap terjaga.

Selain terinspirasi dari nama Supono, Pono sendiri juga memiliki makna 'opo-opo ono' (apa saja ada) atau dengan kepanjangan 'pusat online number one'.

Bahkan Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, bahwa Pono memiliki makna sebagai sosok yang tegas dan mawas diri untuk memikirkan kebutuhan masyarakat banyak.

Seperti dilansir dari website resminya, Pono.co.id, Pono berdiri pada tahun Agustus 2018, berada di bawah bendera PT. Jitu Boga Persada, sebuah perusahaan pangan milik Sujudi dan Jimmy Soegiarto.

Diawal pendiriannya Pono hanya melayanai kebutuhan bahan masak hotel, restoran hingga kafe yang ada di Kota Surakarta.

Namun seiring perjalanannya waktu Pono kemudian berkembang ke bidang retail dan melayani kebutuhan rumah tangga melalui jasa titip belanja ke pasar tradisional.

Dalam melayani pesananan kebutuhan rumah tangga, Pono bekerjasama dengan operator ojek daring, Gojek, sehingga setiap pembelian selalu diantar oleh Gojek ke rumah pembeli.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved