Gesang: Sang Musikus Otodidak, Maestro Keroncong Asal Solo

Kekuatan Gesangsebagai komposer dan musisi telah dimulai sejak usianya belia, disinilah ceritanya bermula

TRIBUNSOLO.COM/MUHAMMAD IRFAN AL AMIN
Peninggalan Gesang dalam bentuk piagam penghargaan di rumahnya. 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Lahir pada 1 Oktober 1917 dari keluarga pengusaha batik, dialah Gesang yang mana ketika dewasa dirinya membuat sebuah lagu ternama yaitu Bengawan Solo.

Masa karir bermusik Gesang dimulai saat dirinya menginjak remaja aktifitas musik Gesang mulai berkembang, bahkan menjadi kegiatan keseharian yang tidak dapat dilepaskan.

Bahkan ayahnya yang sebelumnya menentang kegiatan bermusik Gesang mulai membiarkan, tidak mendukung, namun juga tidak melarang.

Dari musiklah dia mulai bersosialisasi, dan Gesang pun menemukan bahwa aliran musiknya adalah keroncong, maka merapatlah ia ke komunitas-komunitas keroncong yang aktif di Solo.

Menurut Gesang, komunitas keroncong telah menjadi rumah keduanya dan seluruh anggota komunitas telah menjadi keluarganya.

Perjalanan bermusik dilalui oleh Gesang secara alami, tanpa ada materi ataupun guru khusus yang mengajari, dikarenakan di komunitas semuanya bisa guru dan murid dalam satu waktu.

Saling mendukung dan mengevaluasi bila ada kekurangan di lain sisi.

Melalui komunitas pula, Gesang menemukan bahwa dirinya mampu mengolah vokal suaranya, bahkan para rekannya melarang ia untuk memegang alat musik lainnya dan berfokus menjadi vokalis.

Maka perlahan namun pasti karir Gesang melaju dari acara hajatan kecil-kecilan mulai memasuki dunia radio, mengingat saat itu studio rekaman masih belum ada.

Melalui radio pula nama Gesang mulai mengambang dan mengudara sejauh frekuensi bisa dijangkau.

Bahkan keluarga keraton selalu menyimak dan mengidolakan di setiap lagu yang dibawakan Gesang di radio.

Undangan tampil terus membanjiri dari penampilan hajatan kecil hingga para bangsawan keraton yang banyak menikmati suaranya melalui radio.

Suara Gesang mulai laku dan honor menyanyi ikut mengalir ke kantongnya, bahkan di usianya yang masih belia dia dikatakan borjuis tanpa membebani orang tuanya.

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved