Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki

Mengenal Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki yang bergerak di bidang dakwah dan bertempat di Kabupaten Sukoharjo

Dokumentasi Pondok Al Mukmin Ngruki
Suasana Halaman Depan Gedung Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki 

Di lansir dari website resminya almukminngruki.or.id bahwa pesantren tersebut memiliki visi yaitu terbentuknya generasi muslim yang siap menerima dan mengamalkan islam secara kaffah atau universal.

Sedangkan misinya antara lain :

1. Mencetak kader Ulama dan cendekia muslim yang ňčAmilin Fi Sabîlillâh.

2. Melaksanakan kegiatan pendidikan dan da’wah secara independen dan bertanggungjawab kepada umat melalui YPIA.

3. Melaksanakan proses pembelajaran secara integral dalam satu kepemimpinan Mudirul Ma’had (Pimpinan Pondok).

Adapun moto dari Pondok Al Mukmin adalah shalih, cerdas, serta mandiri.

Menurut salah satu pimpinan pondok pesantren Al Mukmni Ngruki, Wahyuddin, dilansir dari video YouTube, Al Mukmin TV, ketiga moto tersebut memiliki makna bahwa setiap santri harus memiliki akidah yang lurus dan benar serta ibadah yang benar dengan akhlak mulia sesuai dengan rasulullah.

Harus cerdas dengan dua bidang keilmuan yaitu syariat dan ilmu penunjang ataupun keilmuan umum.

Adapun yang terakhir para santri harus mandiri secara ekonomi dan setidaknya mampu menghidupi diri sendiri tanpa membebani orang lain.

Oleh karena itu Pondok Al Mukmin membekali santrinya dengan keilmuan wirausaha.

Paham Salafi Haraki

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya mengenai warna dan sistem pendidikan, serta belakang dari pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki.

Ada yang unik dari latar belakang  dan sisi pemikiran pondok pesantren ini.

Al Mukmin Ngruki menganut paham salafi, yaitu sebuah kelompok islam yang mendasari setiap gerakan dengan dasar pada Al Quran dan Sunnah Rasul.

Sedangkan kebalikan dari Salaf yaitu Khalaf yaitu kelompok yang melakukan penafsiran secara rasional dan menetapkan hukum secara kontekstual dari Al Quran dan Sunnah, menyesuaikan kondisi masyarakat dimana dia hidup.

Pesantren Al Mukmin Ngruki yang telah menetapkan garis khittahnya dan menetapkan sebagai penerus paham salafi melabeli diri dengan istilah Salafi Kharaki.

Seperti dilansir dari tulisan Fuaduddin dari Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan terbitan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama bahwasanya gerakan Salafi Haraki adalah gerakan dakwah dan pendidikan sesuai dengan Al Qur'an dan sunnah rasul.

Fuaduddin juga menjelaskan bahwa gerakan ini tidak memiliki afiliasi politik sebagaimana orang sering menyalah artikan.

Konsekuensi dari penerapan gerakan ini, Al Mukmin Ngruki menegaskan mengkikuti ajaran Ahli As Sunnah Wal Jamaah serta menolak segala keyakinan yang menyimpang dari ajaran tersebut.

Mengatur Belajar Di Tengah Kepadatan Kegiatan

Suasana salah satu kegiatan santri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki
Suasana salah satu kegiatan santri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki (TRIBUNNEWS.COM)

Pondok Al Mukmin Ngruki mengajarkan santrinya berbagai macam keilmuan dari ilmu agama hingga ilmu sains yang diharapkan dapat berguna bagi masyarakat ketika mereka alumni.

Untuk mengajarkan hal di atas, melalui sistem pesantren para santri tidak hanya belajar di kelas, namun juga di asrama, lapangan hingga kegiatan ekstrakurikuler di luar pondok.

Putra Abu Bakar Ba'asyir, Abdul Rahim menjelaskan mengenai kegiatan segenap santri telah dimulai sejak sebelum adzan subuh berkumandang.

Para santri telah digerakkan untuk berkegiatan dengan dimulai membaca Al Qur'an secara bersama-sama hingga dilanjutkan shalat subuh.

Pasca subuh para santri diajak untuk belajar bahasa asing yaitu Inggris dan Arab.

Melalui kegiatan bahasa yang dilakukan setiap pagi, para santri diharap dapat fasih berbahasa dan bisa digunakan dalam pelajaran serta keseharian percakapan.

Adapun kegiatan kelas sama seperti sekolah umumnya yang berada di bawah naungan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan.

Adapun kegiatan lain selain kegiatan kelas juga dilengkap dengan kegiatan kepesantrenan seperti hafalan Qur'an dan Hadis, kelas pidato tiga bahasa hingga kepramukaan.

Demi menunjang skill ekstrakurikuler Pondok Al Iman juga melengkapi fasilitas dengan olahraga panah, santri pencinta alam, berkuda dan olahraga fisik lainnya.

Walaupun jadwal aktifitas santri Pondok Al Mukmin Ngruki sangatlah padat dengan beragam kegiatan dari bangun hingga tidur kembali.

Tapi menurut Abdul Rahim para santri tetap masih bisa fokus dengan pelajaran umum di kelas, terbukti saat Ujian Nasional masih terselenggara para santri Pondok Al Mukmin Ngruki bisa mencapai nilai terbaik dan sering masuk ke jajaran sepuluh besar nilai tertinggi di Kabupaten Sukoharjo.

Abu Bakar Ba’asyir dan Pondok Al Mukmin Ngruki

Abu Bakar Ba'asyir bersama Yusril Ihza Mahendra dalam proses pembebasan masa tahanan
Abu Bakar Ba'asyir bersama Yusril Ihza Mahendra dalam proses pembebasan masa tahanan (TRIBUNNEWS.COM)

Kegiatan pendidikan dan pembelajaran dari Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki tak lepas dari peran seorang Abu Bakar Ba'asyir, seorang ulama dengan latar belakang pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor dan Universitas Al Irsyad.

Lahir di Jombang, Jawa Timur pada 17 Agustus 1938 dan juga memiliki julukan Ustadz Abu dan Abdus Somad.

Dalam wawancara dengan Abdul Rahim bersama jurnalis TribunSolo disebutkan bahwa sebelum mendirikan pesantren Al Mukmin Abu Bakar Baasyir aktif mengajar dan berdakwah di Masjid Agung Solo.

Selain itu selama masa kuliahnya, pada akhir tahun 1960-an muncul Radio Al-Irsyad Broadcasting Centre (ABC) yang diisi oleh para da'i muda Universitas Al Irsyad Surakarta.

Abu Bakar Ba'asyir bersama rekannya Abdullah Sungkar fokus dalam kegiatan berdakwah pada radio tersebut.

Namun dalam perjalanan dakwahnya terdapat konflik internal antara Abu Bakar, Abu Sangkar dan pihak Al Irsyad.

Abdul Rahim menuturkan kedua pihak bermasalah terkait konten yang disajikan dalam radio.

Pihak Al Irsyad berharap ada penambahan konten hiburan serta adanya tambahan iklan sehingga ada pemasukkan dalam pola administrasi.

Sedangkan Abu Bakar beserta rekannya berharap radio hanya berfokus pada dakwah dan ceramah keagamaan.

Maka fokuslah Abu Sungkar dan Abu Bakar Ba'asyir membangun RADIS (Radio Dakwah Islamiyah).

Perjalanan RADIS juga mengalami banyak cobaan dan salah satunya adalah pembredelan dari pihak orde baru.

Meskipun perjalanan Abu Bakar Ba'asyir penuh liku dan sering keluar masuk penjara, namun tidak mempengaruhi terhadap perkembangan serta eksistensi Pondok Al Mukmin Ngruki Hingga saat ini.

Bahkan oleh pemerintah tetap diakui dan dianggap setara dengan sekolah SMP dan SMA lainnya.

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved