Didi Kempot Sang Maestro Campursari, Terkenal dari Surakarta hingga Suriname

Mengenal sosok Didi Kempot tidak hanya di Indonesia saja namun hingga penjuru negeri salah satunya adalah Suriname

Didi Kempot Sang Maestro Campursari, Terkenal dari Surakarta hingga Suriname
tribunjogja.com
Didi Kempot bersama sejumlah delegasi asal Suriname 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO –Sang maestro campursari, Didi Kempot tidak hanya terkenal dalam lingkup nasional, meskipun menggunakan Bahasa Jawa.

Salah satu negara yang menggandrungi lagu-lagu Didi Kempot adalah Suriname, salah satu negara di Benua Amerika yang sempat dijajah oleh Belanda.

Menurut Hermawan Kertajaya dalam bukunya On Segmentation, selain Suriname terdapat Belanda yang juga memiliki masyarakat akar Indonesia, terutama dari Suku Jawa.

Dari kedua negara tersebut, Didi Kempot menjadi superstar dan idola dalam dunia musik dan selebritas.

Kiprahnya di Suriname bahkan telah dimulai sejak tahun 1990-an, tanpa banyak diketahui oleh hingar bingar media massa Indonesia.

Pada tahun 1998, Presiden Suriname, Weyden Bosch, ketika melakukan kunjungan ke Indonesia menyempatkan untuk bertemu dengan Didi Kempot.

Pertemuan Weyden Bosch dan Didi Kempot dilaksanakan di sebuah hotel tanpa aturan protokeler resmi kepresidenan menunjukkan mereka berdua sudah dekat seakan kawan lama.

Popularitas Didi Kempot di Belanda juga terlihat saat menerima penghargaan dari Komunitas Jawa dari negara tersebut sebagai sosok Penyanyi Jawa Teladan.

Hermawan Kertajaya juga menjelaskan banyak lagu yang diciptakan Didi Kempot sepulangnya dari Suriname.

Salah satu lagunya adalah Stasiun Balapan; sebuah lagu yang menceritakan perpisahan antara dua kekasih yang sangat rekat dan tak mengira akan berpisah.

Didi Kempot juga menciptakan lagu dalam bahasa Suriname, lagu tersebut berjudul Angri Foe Joe yang terangkum dalam album Bintang Jawa Volume 3 Adjoema.

Lagu tersebut disajikan dengan musik bergenre pop dan dinyanyikan oleh Artoetiantie, seorang biduan dari Suriname yang juga sering menyanyikan lagu-lagu Didi Kempot lainnya.

Lagu Angri Foe Joe akhirnya tiba di Indonesia dan diterjemahkan menjadi Layang Kangen, hingga menuai kesuksesan gemilang sama seperti saat hadir di Suriname.

Kini sang maestro telah tiada, Didi Kempot meninggal dunia tepat pada hari Selasa 5 Mei 2020, pukul 07.45, bertempat di Rumah Sakit Kasih Ibu, Surakarta.

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved