Peringatan Budi Utomo hingga Pembangunan Tugu Lilin

Tugu Lilin merupakan bangunan yang diprakarsai oleh Kongres Budi Utomo di usianya yang ke-25

TRIBUNSOLO.COM/MUHAMMAD IRFAN AL AMIN
Pemandangan Tugu Lilin dari seberang jalan 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin
TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO -Proses pembangunan akhirnya berjalan, dan dipilihlah sebuah desain karya Insinyur Soetarjo untuk menjadi representasi tugu.

Pelaksanaan pembangunan juga diawasi oleh RM Sosrosaputro, sehingga semuanya dapat terkendali dan jauh dari intervensi pihak Belanda.

Pada awal perencanaan apabila Tugu Lilin telah selesaqi berdiri, maka akan diresmikan secara kenegaraan oleh Budi Utomo dan Konferensi Perserikatan Partai Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) di Solo.

Namun sayangnya pihak Belanda masih saja berusaha menghalangi dan berupaya membuat Tugu tersebut gagal berdiri.

Pada pertengahan bulan Oktober 1934 saat bangunan tugu hampir terealisasikan, Residen Belanda, Teur, kembali berusaha menghalangi selesainya pembangunan.

Melihat kondisi di lapangan yang selalu ditolak oleh Koloni Belanda, Pengeran Woerjaningrat kembali mengajukan izin dan melobi pihak Belanda.

Dalam permohonan izinnya Woerjaningrat mengajukan juga bahwa tugu akan diresmikan dalam kongres pada tanggal 24-26 Desember 1934 di Solo.

Namun dalam kenyataannya buntut negoisasi malah menimbulkan penolakan dari pihak Belanda yang takut akan perkembangan pergerakan dari para rakyat.

Maka dilakukanlah beragam upaya tawar-menawar dari semula akan ditulis prasati dengan "peringatan pergerakan kebangsaan 1908-1933" menjadi "peringatan Budi Utomo".

Usulan kembali ditolak oleh pihak Belanda yang mengusulkan agar prasasti bertuliskan "Toegoe peringatan kemajoean ra'yat 1908-1933" apabila bersikeras maka tugu akan dibongkar dalam sebulan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved