Tugu Lilin: dari Logo Klub Sepakbola dan Pemerintahan Kota Solo

Tugu Lilin tidak hanya sekedar bangunan monumen saja, namun juga menjadi lambang pemersatu yang digunakan di logo pemerintahan dan klub sepakbola

TRIBUNSOLO.COM/MUHAMMAD IRFAN AL AMIN
Sudut pandang Tugu Lilin dari sisi taman yang berada di sekitarnya 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin
TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO - Persatuan Sepak Bola Indonesia Solo atau yang biasa disingkat menjadi Persis berdiri pada tahun 1923.

Sebelum menggunakan nama Persis, nama klub tersebut adalah Vorstenlandsche Voetbal Bond yang merupakan nama warisan Kolonial Belanda, dirubah pada tahun 1933 atas prakarsa Soemartiko yang kala itu memimpin Persis.

Menurutnya Heri Priyatmoko, salah seornang dosen sejareh Universitas Sanata Djarma Yogyakarta, pada mulanya Persis tidak memiliki lambang.

Sehingga seragam yang dikenakan hanya berwarnakan putih dan merah tanpa ada gambar sama sekali.

Barulah pada tahun 1960, Persis membuat lambang dengan wujud Tugu Lilin yang diyakini bahwa itu merupakan Tugu Kebangkitan Nasional.

Tidak hanya pada logo klub sepakbola saja yang menggunakan gambar Tugu Lilin, namun juga Pemerintah KOta Surakarta yang ikut menggunakannya sebagai maskot pemerintahan.

Heri menuturkan dibalik logo terdapat makna perjuangan yang ditunjukkan oleh gambar api yang selalu menyala.

Heri juga menekankan bahwa sudah jelas Solo merupakan kota pergerakan dan keraton Surakarta ikut berperan dalam pergerakan tersebut.

Makna mendalam dari Tugu Lilin juga didasari atas perjalanan Pangeran Woerjaningrat yang sering berkeliling Nusantara dan tanah dari berbagai pulau di Nusantara dia kumpulkan untuk diletakkan sebagai dasar tugu tersebut.

Hal ini menegaskan maksud dari tugu Lilin sebagai lambang persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia bahkan sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia!

Di lain hal dengan memiliki nama resmi Tugu Kebangkitan Nasional, secara resmi oleh Walikota Surakareta dijadikan sebagai cagar budaya melalui surat keputusan bernomor 646/116/I/1997.

Pada tahun 2017 Tim Ahli Cagar Budaya Nasional merekomendasikan tugu tersebut untuk menjadi Cagar Budaya peringkat nasional.

Ususlan tersebut berdasarkan bukti semangat perjuangan pahlawan kebangkitan nasional dalam merebut kemerdekaan.

Akhirnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memutuskan Tugu Lilin sebagai Cagar Budaya peringkat nasional melalui Surat Keputusan Nomor 369/M/2017.

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved