Lokananta, Bertahan dari Departemen Penerangan hingga Dikelola BUMN

Lokananta, bertahan dari Departemen Penerangan hingga saat ini menyatu di bawah naungan BUMN

TRIBUNSOLO.COM/MUHAMMAD IRFAN AL AMIN
Suasana toko Lokananta 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO -Berdiri sebagai perusahaan rekaman dan pembuatan piringan hitam, Lokananta hadir sebagai perusahaan pertama dan satu-satunya yang bergerak di bidang rekaman di bawah naungan Pemerintah Republik Indonesia.

Sejak berdiri pada tahun 1956, Lokananta telah survive dengan segala macam kondisi dan masih tetap berdiri hingga saat ini.

Sebagai perusahaan di bawah Jawatan Radio Kementerian Penerangan Republik Indonesia di Surakarta, Lokananta mendapat tugas untuk merekam dan memublikasikan lagu daerah.

Pada tahun 1970-an hingga 1980-an menjadi momentum keemasan bagi Lokananta, setelah mengambil keputusan untuk mengubah format dari medium piringan hitam ke kaset.

Sejak tahun 1972, Lokananta mampus melepas seratus ribu keping kaset di pasaran dan disambut oleh publik.

Pada tahun 1985, Menteri Penerangan Harmoko, meresmikan studio baru dengan luas 14 x 31 meter yang memungkinkan untuk menggelar rekaman secara live.

Hingga saat ini Studio Lokananta menjadi studio terbesar di Indonesia dengan tata akustik ruangan yang mumpuni.

Bahkan menurut Andi Kusuma, asisten manajer di bidang pemasaran Lokananta, kapasitas ruangan mampu menghimpun 150 orang dalam waktu bersamaan.

Namun masa kejayaan Lokananta semakin meredup di masa akhir orde baru, karena perhatian terhadap Lokananta semakin berkurang.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved