Mengenal Sejarah Benteng Vastenberg Penanda Kekuasaan Belanda Di Surakarta

Benteng Vastenberg menjadi tonggak pengingat Belanda bagi Kasultanan Surakarta agar tetap patuh dan setia pada mereka

tribunsolo.com/muhammadirfanalamin
Wajah dpena dari Benteng Vastenburg yang terletak di Kota Surkarta 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO – Di era kepemimpinan Pakubuwana II (pada tahun 1726-1749), terjadilah pemberontakan China di tahun 1740.

Awal dari permasalahan adalah adanya konflik kepentingan antar keluarga mengenai kekuasaan.

Suasana semakin kacau balau ketika terjadi pembantaian orang Cina di Batavia tahun 1940 yang juga berimbas pada Pemerintahan Kasultanan Kartasura.

Pemberontakan rakyat tidak hanya menyerang para orang Cina saja, namun juga menyerang Kasultanan Surakarta yang memiliki afiliasi dengan Belanda.

Prasasti pendanda berdirinya Benteng Vastenburg
Prasasti pendanda berdirinya Benteng Vastenburg (tribunsolo.com/muhammadirfanalamin)

Seluruh kegiatan pemberontakan dipimpin oleh RM Garendi atau Sunan Kuning hingga berhasil mengusai wilayah Kerajaan Surakarta.

Karena terdesak, maka Pakubuwono II mengungsi ke Ponorogo dan meminta bantuan kepada Belanda agar bisa mengembalikan kekuasaannya.

Permohonan tersebut dikabulkan atas beberapa syarat, seperti seluruh wilayah pantai diserahkan kepada Belanda.

Serta pengangkatan patih akan menjadi kewenangan dari pihak Kolonial Belanda.

Setelah segala kegiatan pemberontakan berakhir maka kembalilah Pakubuwono II dari Ponorogo dan dirinya melihat kondisi kerajaannya yang telah hancur binasa.

Maka dipindahkanlah kerajaannya ke wilayah Sala yang ada di kawasan Gladag.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved