Proses Sengketa Kepemilikan HGB Benteng Vastenberg yang Tak Kunjung Usai

Sengketa Benteng Vastenberg mengenai kepemilikan atas Hak Guna Bangunan masih terjadi, Pemerintah Surakarta didesak agar segera menyelesaikannya

tribunsolo.com/muhammadirfanalamin
Wajah dpena dari Benteng Vastenburg yang terletak di Kota Surkarta 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO – Nilai penting Benteng Vastenberg yang menjadi monumen penanda peralihan kekuasaan dari VOC kepada Pemerintah Belanda.

Namun nilai tersebut akhirnya terusik pada saat pembahasan hak guna bangunan (HGB) pada Benteng Vastenburg itu sendiri.

Di tahun 2012 permasalahan itu mencuat dan menjadi permasalahan mengenai nasib HGB yang sempat dimiliki oleh pihak swasta tersebut.

Sumur-sumur yang tersisa dari halaman Benteng Vastenburg
Sumur-sumur yang tersisa dari halaman Benteng Vastenburg (tribunsolo.com/muhammadirfanalamin)

Presidium KPCBN AGus Anwari menuturkan bahwasanya perpanjangan HGB yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) hanya berlaku hingga tahun 2012.

Maka setelah itu pengelolaan dikembalikan kepada Pemerintah Kota Surakarta selaku pemilik dan pengelola utama.

Agus juga menjelaskan sejatinya area Benteng Vastenburg terbagi atas sembilan HGB.

Secara keseluruhan sudah hampir terselesaikan dengan baik dan kembali menjadi milik pemerintah.

Namun ada dua HGB yang masih dimiliki secara pribadi, Agus menyebut yang berada disisi depan yang terdapat beberapa sumur diatasnya.

Tanah tersebut sempat diklaim milik seorang wanita bernama Indriyati.

Adapun Tanah yang berada dalam lingkung benteng sendiri disebut sebagai milik Robby Sumampow.

Menurut Agus permasalahan kepemilikan haru segera diselesaikan oleh Pemerintah Kota Surakarta dengan memanggil beberapa pihak terkait serta ahli di bidang pertanahan.

Beruntung permasalahan mengenai Benteng Vastenburg tidak sepelik urusan Taman Sriwedari yang saat ini sudah dimiliki oleh pihak swasta.

Setelah sebelumnya kalah dalam persidangan hingga putusannya inkracht.

Anggota KPCBN lainnya, Muhammad Sungkar, menyebutkan bahwasanya Benteng Vastenberg menjadi monumen pengingat akan penjajahan dan sistem politik adu domba yang dijalankan oleh Belanda. 

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved