Selat Solo

Mengenal Selat Solo makanan khas Solo yang terdiri atas sayuran dan olahan daging

Selat Solo
tribunsolo.com/muhammadirfanalamin
Hidangan selat solo yang terdiri atas sayuran dan olahan daging galantine 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO - Apabila mendengar kata selat maka akan akrab di telinga kita mengenai sebuah sekat yang memisahkan antar pulau.

Namun ternyata apabila berkunjung ke Solo akan ditemukan suatu hal berbeda mengenai kata Selat yang bermakna makanan.

Selat Solo sendiri sebuah makanan yang terdiri atas galantine, wortel, buncis, selada air kentang goreng serta saus asam yang manis.

Menurut sejarawan Kota Solo, Heri Priyatmoko, bahwasanya Selat Solo adalah makanan khas asal Solo yang terinspirasi dari makanan khas Eropa khususnya Belanda.

Kata selat diambil dari Bahasa Belanda slatchje yang berarti hasi penyembelihan daging dan dibuat mengecil.

Akan tetapi saat makanan asal Belanda tersebut tiba di tanah air, masyarakat Kota Solo kesulitan dalam mengeja kata slachtje.

Secara historis makanan ini terlahir saat Benteng Vastenburg yang berada tepat di depan gapura keraton dibangun.

Saat bangunan tersebut hadir, kedua belah pihak antara Keraton Solo dan Kolonial Belanda sering mengadakan pertemuan.

Namun disela pertemuan saat jamuan makan, sering terjadi masalah yaitu pihak Kolonial Belanda yang menyukai hidangan berbahan daging dan pihak keraton sangat terbiasa memakan sajian berbahan sayur.

Halaman
12
Ikuti kami di
Tags
Selat Solo
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved