Candu di Surakarta: dari Komoditas Utama Menjadi Barang Haram dan Terlarang

Mengenal jual beli candu yang marak di Surakarta saat masa kolonila Belanda di Surakarta

tribunsolo.com/muhammadirfanalamin
Opium dan Revolusi : Perdagangan dan Penggunaan Candu di Surakarta Masa Revolusi (1945-1950) karya Julianto Ibrahim yang menjelaskan mengenai pergerakan aktivitas candu di Surakarta 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO - Jual beli candu yang banyak dikendalikan oleh para Syahbandar Cina berhasil menarik simpati para pembeli.

Bahkan para Syahbandar Cina tersebut juga menggaet para pemangku kebijakan dengan memberi banyak sumbangan serta gratifikasi kepada mereka.

Bahkan tidak sedikit dari pejabat Surakarta dari tingkat Kepala Desa hingga setingkat pamong praja yang bekerja pada Belanda yang ikut menjadi pelanggan dalam jual beli bisnis candu.

Julianto juga menyebut bahwa akibat sogokan-sogokan dan kerjasama ilegal tersebut membuat bisnis candu sangat berkembang dan semuanya dikendalikan oleh para pedagang Cina.

Namun hal tersebut tidak berlangsung lama sejak munculnya kasus penyelundupan candu yang menyebabkan kerugian para pedagang candu dalam skala besar.

Pasar gelap tersebut membuat harga candu menjadi hancur dari pasaran dan membuatnya menjadi murah dan mudah dibeli oleh berbagai kalangan termasuk rakyat jelata kala itu.

Akibat peredaran pasar gelap, para syahbandar yang berdagang dalam jumlah besar banyak mengalami kebangkrutan dan terikat hutang dalam jumlah besar.

Setelah pasang surut tersebut, peredaran candu kembali meningkat setelah kemerdekaan saat Pemerintah Indonesia membutuhkan banyak dana untuk negara dan menjualnya secara diam-diam.

Masyarakat saat itu mengonsumsi candu dengan berbagai alat, seperti pipa, kapas, hingga minyak goreng.

Berbagai variasi dalam mengonsumsi candu tersebut menunjukkan akan kultur budaya yang berada di Surakarta dan lekatnya candu dengan kehidupan warga Surakarta.

Walaupun berkembang sangat pesat dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, namun tak lama kehidupan keberadaan candu mulai dilarang.

Dimulai dari sejak pendudukan Jepang di Indonesia hingga beberapa tahun setelah kemerdekaan Indonesia.

Ikuti kami di
Tags
Candu
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved