Masjid Agung Keraton Surakarta

Mengenal Masjid Agung Keraton Surakarta yang telah didirikan sejak pemerintahan Sunan Paku Buwono III

Masjid Agung Keraton Surakarta
tribunsolo.com/muhammadirfanalamin
Masjid Agung Keraton Surakarta 

Profil Masjid Agung Keraton Surakarta

Masjid Agung Keraton Surakarta yang memiliki nama resmi dalam Bahasa Jawa Masjid Agung Karaton Surakarta Hadiningrat adalah masjid agung milik Keraton Surakarta.

Pembangunan Masjid Agung Keraton Surakarta dilaksanakan pada masa kepemimpinan Sunan Paku Buwono III.

Sejak awal didirikan masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat namun juga sebagai pendukung segala keperluan kerajaan seperti grebeg dan festival sekaten.

Berdiri di atas tanah komplek seluas 19.190 meter persegi, Masjid Agung Surakarta juga memiliki tinggi sekitar 20.765 meter dan nampak menjulang apabila dilihat dari tepi alun-alun.

Dilansir dari situs cagarbudaya.kemdikbud.go.id Masjid Agung Keraton Surakarta memiliki beberapa bagian antara lain ruang utama yang di dalamnya terdapat mihrab atau ruangan bagi imam.

Mihrab Masjid Agung Keraton Surakarta yang digunakan sebagai imam shalat
Mihrab Masjid Agung Keraton Surakarta yang digunakan sebagai imam shalat (tribunsolo.com/muhammadirfanalamin)

Di tempat lain terdapat sayap kembar atau pawestren di sebelah utara dan selatan, emper, tratag rambat dan kuncung bangunan.

Adapun luas bangunan dengan seluruh sisi bangunan adalah 3.081.7 meter persegi.

Di bagian atas terdapat tiga lapis mustaka atau mahkota dengan gaya yang biasa disebut dengan tajuk masjidan lambang teplok.

Perkembangan jamaah yang hadir dalam kegiatan keagamaan baik shalat lima waktu dan lainnya membuat pihak masjid melakukan renovasi bangunan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved