Mengenal Isi Perjanjian Giyanti, Pembagian Dua Kekuasaan Mataram Islam

Mengenal sejumlah klausa Perjanjian Giyanti yang memecah kekuasaan politik dan wilayah Kerajaan Mataram Islam

zoom-inlihat foto Mengenal Isi Perjanjian Giyanti, Pembagian Dua Kekuasaan Mataram Islam
Arsip Nasional Republik Indonesia
Naskah asli Perjanjian Giyanti yang membagi wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram Islam menjadi dua bagian

5. Sultan harus selalu memberikan bantuan dan kerjasama kepada VOC dan mengampuni Bupati yang memihak VOC dalam peperangan.

6. Sultan tidak akan menuntut hak atas Pulau Madura dan daerah pesisir yang sudah diserahkan Susuhunan Pakubuwono II kepada VOC melalui kontrak tanggal 18 Mei 1746. Ganti rugi akan diberikan oleh VOC kepada Sri Sultan sebesar 10 ribu real setiap tahunnya.

7. Sultan harus siap untuk memberi bantuan kepada Pakubuwono III jika diperlukan sewaktu – waktu.

8. Sultan berjanji untuk menjual bahan – bahan makanan kepada VOC dengan harga yang sudah ditetapkan.

9. Sultan berjanji untuk mengikuti semua perjanjian yang telah diadakan antara Raja – Raja Mataram terdahulu dengan VOC khususnya perjanjian tahun 1705, 1733, 1743, 1746, dan 1749. Penanda tanganan perjanjian dari Voc adalah Nicholas Hartingh, W. Van Ossenberch, J.J Steenmulder, C Donkel dan W. Fockens.

Setelah perjanjian tersebut terjadi banyak perubahan dalam bidang politik, agama dan budaya di Pulau Jawa dan VOC semakin kuat mencengkeramkan pengaruhnya pada kedua penguasa tersebut.

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved