Mengenal Langgar Merdeka, Berdiri Tepat Setelah Kemerdekaan Indonesia

Mengenal Langgar Merdeka yang juga berada di Kampung Laweyan Kota Surakarta

tribunsolo.com/muhammadirfanalamin
Sudut mihrab di dalam Langgar Merdekaq 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO - Masyarakat Kota Surakarta tidak banyak yang tahu mengenai asal usul dan sejarah mengenai Langgar Merdeka.

Terutama perihal penyebab mengapa diberi nama "Merdeka" pada langgar tersebut.

Ternyata ada sosok Sukarno, presiden pertama Indonesia, yang menjadi pengusul.

Menurut Ketua Yayasan Langgar Merdeka Laweyan Zulfikar Husain bahwasanya sejak sebelum kemerdekaan Sukarno sudah beberapa kali mampir ke langgar tersebut.

Dikutip dari Tribunnews, Sukarno menitip pesan agar saat diresmikan oleh Menteri Sosial RI, Muljadi Djomartono, langgar tersebut diberi nama "Merdeka".

Selain karena bertepatan pasca Indonesia merdeka dari penjajahan, Zulfikar juga menjelaskan bahwa makna "Merdeka" juga berdekatan dengan kisah perlawanan terhadap penjajah di dekat langgar.

Bahkan pada saat Agresi Militer Belanda II di tahun 1949, Langgar Merdeka sempat diganti namanya menjadi "Langgar Al-Ikhlas".

Di masa agresi tersebut, Pemerintah Belanda melarang segala simbol yang berhubungan dengan kemerdekaan, termasuk kata "Merdeka".

Meskipun tertulis di depan menggunakan kaligrafi arab yaitu "Al-Ikhlas", namun masyarakat lebih akrab menyebut langgar tersebut dengan nama "Langgar Merdeka".

Saat ini Langgar Merdeka masih difungsikan sebagai tempat ibadah bagi umat muslim namun tidak digunakan untuk shalat jumat.

Pemerintah Kota Surakarta juga telah menetapkan bahwa Langgar Merdeka telah menjadi cagar budaya dan tetap dilestarikan mengenai keberadaannya. 

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved