Mengenal Sejarah Langgar Merdeka Tempat Toko Candu Masa Kolonial Belanda

Mengenal histori Langgar Merdeka yang sempat menjadi toko candu sebelum berubah menjadi tempat peribadatan umat islam di Laweyan

tribunsolo.com/muhammadirfanalamin
Salah satu sudut tangga dari Langgar Merdeka 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO - Sebuah tempat ibadah umat islam di Kota Surakarta menyimpan sebuah kisah historis yang unik di masa lalu.

Tempat itu adalah Langgar Merdeka yang beralamatkan di Jalan Dr. Radjiman no.565 Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta yaitu Langgar Merdeka.

Saat ini Langgar Merdeka menjadi ikon bangunan dan penanda perbatasan Kampung Batik Laweyan.

Langgar yang bercampur dengan toko tersebut berdiri di atas tanah wakaf dengan luas 179 meter persegi.

Sebelum digunakan sebagai tempat ibadah umat islam, Langgar Merdeka digunakan sebagai toko tempat jual beli candu.

Toko candu tersebut saat itu masih dimiliki oleh seorang warga keturunan Tiongkok hingga akhirnya dibeli oleh Imam Mashadi.

Setelah dibeli oleh Imam Mashadi, barulah toko candu tersebut beralih fungsi menjadi langgar.

Pembangunan langgar dilaksanakan pada tahun 1942 dan selesai pada 26 Februari 1946.

Selesainya pembangunan masjid, Menteri Sosial pertama Republik Indonesia, Mulyadi Joyo Martono kemudian meresmikan.

Hingga saat ini bangunan Langgar Merdeka masih terjaga orisinalitas dan nilai historinya.

Bahkan masih terlihat di salah satu sudut dinding yang bertuliskan 7 Juli 1877 sebagai penanda awal berdirinya bangunan Langgar Merdeka.

Pemerintah Kota Surakarta juga telah menjadikan Langgar Merdeka sebagai cagar budaya sehingga tidak boleh dirubah dalam bentuk maupun konsep. 

Masyarakat juga masih menggunakan nuntuk shalat lima waktu kecuali untuk shalat jumat. 

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved