Sejarah Berdirinya Masjid Agung Keraton Surakarta Yang Melegenda Hingga Kini

Sejarah Masjid Agung Keraton Surakarta yang masih digunakan oleh umat islam untuk bersembahyang dan beberapa kegiatan tradisi hingga kini

tribunsolo.com/muhammadirfanalamin
Menara adzan Masjid Agung Keraton Surakarta 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO – Ketika Keraton Surakarta berpindah dari Kartasura ke Surakarta yang dipimpin oleh Sunan Paku Buwono II di tahun 1744.

Maka selain pembangunan keraton yang digunakan untuk tempat tinggal dan pusat pemerintahan, Paku Buwono juga merancang berdirinya sebuah masjid yang letaknya berdampingan dengan Keraton Surakarta.

Bedug dan kentong milik Masjid Agung Keraton Surakarta
Bedug dan kentong milik Masjid Agung Keraton Surakarta (tribunsolo.com/muhammadirfanalamin)

Walaupun dibangun oleh anaknya Paku Buwono III, namun Paku Buwono II telah merancang secara struktur lahan seperti peletakan pasar dan lapangan alun-alun yang keseluruhan berdekatan dengan masjid.

Pada era Paku Buwono III Masjid Agung diberi sentuhan nuansa arsitektur Jawa Kuno dan Belanda.

Bangunan berbahan kayu nampak mendominasi terutama pada bagian atap yang bertumpang tiga dan memiliki pucuk berbentuk mustaka.

Atap yang bertumpang tiga itu berarti pokok-pokok tuntunan islam yakni iman, islam dan ihsan.

Pada zaman kepemimpinan Paku Buwono IV sempat terjadi renovasi dengan mengganti mustaka dengan lapisan emas murni seberat 7,69 kg seharga 192 ringgit.

Simbol mustaka yang berbeda dengan bentuk atap masjid yang pada umumnya berbentuk bulan bintang ini bermakna sebuah paku yang menancap ke bumi dan berarti bahwa Paku Buwono merupakan penguasa atau pemimpin di wilayah tempat masjid tersebut berdiri.

Lapisan emas tersebut tidak digunakan lama, di masa Paku Buwono IV pula lapisan tersebut diganti dengan lapisan berbahan metal.

Dari bagian beranda hingga mihrab tempat imam berdiri hampir keseluruhan berbahan kayu jati yang kokoh dan tidak terganti.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved