Sejarah Perjalanan Candu Surakarta dan Langgar Merdeka

Sejarah candu di Surakarta yang berkaitan dengan keberadaan Langgar Merdeka

Sejarah Perjalanan Candu Surakarta dan Langgar Merdeka
tribunsolo.com/muhammadirfanalamin
Tempat shalat bagi jamaah perempuan di Langgar Merdeka 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO -Sejarah candu di Surakarta tidak hanya berhenti pada Langgar Merdeka saja, namun sudah menjadi jalur perdagangan yang sangat luas dan terkoordinasi.

Menurut Julianto Ibrahim dalam bukunya yang berjudul "Opium dan Revolusi, Perdagangan dan Penggunaan Candu di Surakarta Masa Revolusi (1945-1950), dijelaskan bahwa candu disebut juga opium.

Sedangkan orang Jawa menyebutnya dengan apyun apabila masih mentah dan belum diolah, apabila sudah matang disebut dengan candu atau madat.

Masyarakat Jawa juga menggunakan candu dalam komposisi bahan masak dan dicampur dengan daun awar-awar dan kecubung dan mereka menyebutnya sebagai tike.

Sehingga apabila ditilik dari alur sejarahnya yang menunjukkan bahwa candu bukan barang asli Indonesia.

Bahkan Bangsa Mesir telah menggunakan candu dalam kehidupan sehari-hari sejak tahun 1550 SM.

Julianto juga menjelaskan, candu menjadi komoditi bisnis VOC (Verrenigde Oost Indische Compagnie) di akhir abad ke 16.

Berkembangnya bisnis candu membuat VOC meraup untung sangat banyak daripada komoditi lainnya, sehingga candu segera menyebar ke seluruh penjuru nusantara terutama Surakarta.

Sebagai bentuk memperoleh simpati dan promosi kepada apar penguasa di Jawa, Voc mengirim kepada Raja Mataram 10 kati (senilai 6 1/4 ton setiap katinya).

Halaman
12
Ikuti kami di
Tags
Candu
Solo
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved