Sejarah Perjanjian Giyanti: Awal Mula Perpecahan Mataram Islam

Perjanjian Giyanti lahir dari perpecahan antara Pangeran Mangkubumi dan Paku Buwana II yang difasilitasi oleh VOC di Kabupaten Karanganyar

Sejarah Perjanjian Giyanti: Awal Mula Perpecahan Mataram Islam
tribunsolo.com/muhammadirfanalamin
Lokasi Perjanjian Giyanti di Dukuh Ngerten, Desa Jantiharjo, Kabupaten Karanganyar 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO - Dalam perjalanan sejarah kerajaan islam di nusantara terdapat Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada tahun 1586.

Sempat mengalami masa kejayaan dalam beberapa periode kepemimpinan, akhirnya periode tersebut berakhir akibat terjadinya perang saudara dalam kerajaan.

Akhirnya keperkasaan Kerajaan Mataram Islam berakhir pada masa kepemimpinan Susuhunan Paku Buwono II.

Sang Paku Buwono II bersengketa dengan adiknya yaitu Pangeran Mangkubumi, keduanya merupakan putra dari Amangkurat IV, Raja Mataram dari tahun 1719-1726.

Tidak hanya berselisih dengan sang adik Paku Buwono II juga bermasalah dengan Raden Mas Said atas klaim kekuasaan yang dianggap seharusnya menjadi haknya.

Raden Mas Said sendiri merupakan putra sulung Amangkurat IV yang seharusnya menjadi Paku Buwono II dan mengalami pengasingan ke Srilanka akibat menentang kebijakan VOC.

Pangeran Mangkubumi dan Raden Mas Said akhirnya bersekutu untuk melakukan pemberontak terhadap Kerajaan Mataram Islam yang berpihak pada setiap kebijakan VOC.

Karena kedekatan mereka berdua, Pangeran Mangkubumi juga menikahkan putrinya, Raden Ayu Inten, untuk dinikahkan dengan Raden Mas Said.

Serangan demi serangan pun dilancarkan hingga menyebabkan kerusakan fatal di wilayah Keraton yang terletak di Kartasura.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved