Mampir ke Kota Surakarta, Jangan Lupa Cicipi Timlo

Mengenal Timlo Solo yang enak dan kaya akan nutrisi, namun juga mengandung nilai historis

tribunsolo.com/muhammadirfanalamin
Dua mangkuk Timlo Solo yang dihidangkan di meja warung Timlo Sastro 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO – Apabila berkunjung ke Kota Surakarta maka tidak lengkap apabila belum menikmati Timlo khas Solo.

Sajian makanan yang tidak hanya mengenakkan tapi juga bersejarah.

Sejarawan Kota Surakarta, Heri Priyatmoko menuturkan bahwasanya makanan timlo berasal dari Cina.

Secara penamaan berasal dari kata kimlo yaitu sebuah penganan sup dengan beberapa adonan lauk di dalamnya.

Keberadaan timlo di Indonesia telah ada sejak sebelum Indonesia merdeka, terbukti dengan adanya buku resep masak Poetri Dapoer yang mencatat mengenai cara penyajian dan bahan masakan timlo.

Masyarakat di Kota Surakarta banyak yang mempelajari tata cara memasak timlo hingga akhirnya menjadikan makanan tersebut ciri khas akan kota Surakarta.

Ketika masih bernama kimlo, masyarakat merasa cukup kesulitan menyebut namanya.

Namun seiring waktu huruf k pada Kimlo berubah menjadi t dan menyebabkan perubahan sebutan menjadi timlo.

Pada awal pembuatannya, warga keturunan Cina di Surakarta menjadikan daging babi sebagai bahan dasar utama timlo.

Namun seiring waktu saat perkembangan masakan timlo tidak hanya dikonsumsi oleh warga Cina saja, bahan dan adonan masakan pun ditambah seperti telur dan daging ayam.

Maka masyarakat muslim sudah tidak lagi khawatir akan status halal yang ada.

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved