Sejarah Perjalanan Masjid Al Fatih Kepatihan, Pernah Dibakar Tentara Belanda

Sejarah Masjid Al Fatih Kepatihan yang banyak melalui lika liku hinga pernah dibakar saat masa agresi Belanda

tribunsolo.com/muhammadirfanalamin
Masjid Al Fatih Kepatihan 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO - Perjalanan berdrinya Masjid Al Fatih penuh lika liku dari awal mula berdirinya hingga saat ini.

Seksi Keamanan Takmir Masjid Kepatihan, Sukardi, menceritakan bahwa masjid tersebut pernah mengalami peristiwa kebakaran.

Musibah kebakaran tersebut terjadi pada saat agresi militer Belanda jilid II di tahun 1948.

Akibat serangan Belanda, kehancuran terjadi di berbagai sisi wilayah Ndalem Kepatihan, sehingga tidak hanya Masjid Al Fatih saja yang menjadi korban.

Sukardi menjelaksan bahwa awalnya Masjid Al Fatih hanyalah sebuah ruang kecil untuk salat dan serambinya.

Seiring peningkatan jumlah warga yang datang untuk shalat berjamaah, maka renovasi dan peningkatan daya tampung dilaksanakan.

Maka di tahun 1992 dilakukan renovasi yang meliputi pemasangan keramik pada dinding masjid.

Pemasangan keramik dinding masjid dilakukan guna mengantisipasi pengecatan ulang terus menerus dan demi menghemat anggaran perawatan dinding.

Di tahun 1992 pula dilakukan renovasi tempat wudlu yang semula menghadap ke arah selatan menjadi ke arah barat.

Kegiatan renovasi iitu merupakan pertama dan terakhir kali hingga saat ini.

Walaupun Masjid AL Fatih merupakan peninggalan dari leluhur Kerajaan Mataram Islam namun dalam hal perawatan seluruhnya menggunakan dana infak dan sedekah dari jamaah.

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved