Perspektif Lain Mengenai Ki Ageng Sala yang Berasal dari Cerita Rakyat Solo

Mengenal Ki Ageng Sala dari pandang berbeda yang berasala dari cerita rakyat Surakarta

Perspektif Lain Mengenai Ki Ageng Sala yang Berasal dari Cerita Rakyat Solo
tribunsolo.com/muhammadirfanalamin
Makam Ki Ageng Solo dan Kyai Carang 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO - Minimnya literatur sejarah mengenai Ki Ageng Sala menimbulkan beragam interpretasi cerita dari banyak pihak.

Salah satunya dari buku "Menghadang Perang Di Tepi Bengawan" yang menceritakan sisi lain dari Kyai Ageng Sala.

Buku yang ditulis oleh Kun Prastowo dan timnya tersebut menjelaskan bahwa Ki Ageng Sala memiliki nama lain yaitu Ki Bau Soroh.

Ki Bau Soroh sendiri merupakan sosok yang ditugaskan oleh Kasunanan Surakarta untuk mengurusi wilayah desa pinggir sungai Bengawan.

Dalam keseharian, dirinya sibuk mengurusi titik pusat pasar persinggahan yang dikunjungi oleh berbagai perdagang dari Gresik, Kalimantan, Cina, hingga Belanda.

Maka wilayah yang dikuasai Ki Bau Soroh selain terkenal akan kesuburan tanahnya, juga masyhur akan ramainya arus dagang.

Kun Prastowo dalam bukunya juga menceritakan bahwa banyak pedagang dari luar daerahyang kesulitan melafalkan huruf 'R' dan berubah menjadi 'L'.

Akibatnya Ki Bau Soroh atau Ki Soroh menjadi dipanggil Ki Sala (pengucapannya Saulau, ejaan 'a' nya seperti 'au' dalam kata 'beliau').

Maka dalam perjalanan waktu Nama Ki Soroh juga berubah menjadi Ki Sala ataupun Ki Gede Sala sebagai bentuk penghormatan atas penguasa wilayah setempat.

Dalam proses perpindahan ibukota dari Kartasura menuju Desa Sala, Kun Prastowo menceritakan bahwasanya saat Ki Gede Sala mendengar renaca tersebut dirinya tidak merasa berkeberatan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved