Sejarawan Kota Solo: Dongeng Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Mengenal dongeng yang penting bagi tumbuh kembang anak terutama untuk mengenal dunia sejarah terutama bagi anak-anak yang belum bisa membaca

Istimewa
Heri Priyatmoko dalam aktivitas keseharian 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO - Saat TribunSolo berkunjung ke rumah Heri Priyatmoko, sosok sejarawan yang menekuni kota asalnya yaitu Solo.

Maka akan menemukan beragam buku yang tersusun rapi dalam rak kaca dan terbagi atas judul-judul dan subjek yang beragam.

Aktifitasnya dengan sejarah tidak hanya dimulai saat baru-baru ini saja.

Namun dirinya menuturkan bahwa dongeng-dongeng akan sejarah telah didengungkan sejak usianya masih belia oleh kedua orang tuanya.

Menurut Heri, cerita-cerita yang disampaikan oleh kedua orang tuanya memiliki dampak luar biasa hingga dirinya dewasa.

Meskipun secara pendidikan orang tuanya terutama sang ibu yang kerap memberikan cerita penghantar tidur hanyalah lulusan sekolah dasar saja.

Tetapi Heri menyebut, kualitas cerita yang disampaikan oleh orang tuanya tidak kalah penting dan menarik dari yang disampaikan oleh guru di sekolah.

Oleh karena itu sebagai sejarawan, Heri menyampaikan betapa pentingnya mendongeng bagi tumbuh kembang anak.

Terutama ketika mereka masih belum bisa membaca, hal tersebut dapat menstimulus otak sang anak untuk memiliki rasa ingin tahu akan pengetahuan yang tinggi dan menimbulkan minat belajar bagi anak.

Tradisi mendongeng bagi Heri adalah sebuah kesempatan emas bagi orang tua untuk menyampaikan pesan moral dibalik sebuah cerita yang belum tentu bisa dikatakan di waktu lainnya.

Pengalaman masa kecil Heri yang lekat dengan Kota Solo dengan beragam cerita dongengnya menghantarkannya saat ini menjadi seorang sejarawan.

Meskipun begitu, Heri lebih menyukai untuk dipanggil pendongeng daripada sejarawan, agar dapat lebih akrab terhadap masyarakat yang membaca tulisannya atau mendengar kuliah umum darinya.

Selain itu istilah dongeng menurut Heri lebih diterima dan dapat menjadi asyik dibenak masyarakat dari pada sejarah yang dianggap terlalu akademis dan.

Walaupun demikian, saat mendongeng Heri tetap menyampaikan pengetahuan dengan beragam penyederhanaan dan interaksi dengan audiens sehingga esensi cerita dapat diterima dengan baik.

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved