Mengenal Grebeg Sudiro, Produk Budaya Akulturasi Jawa-Tionghoa

Mengenal Grebeg Sudiro produk akulturasi budaya khas masyarakat Sudiroprajan

tribunstyle.com
Penampilan liong dan barongsai di Pasar Gede Surakarta 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO –Berdiri sebagai wilayah kelurahan yang majemuk dan dihuni oleh dua etnis yang berbeda.

Hal ini dibuktikan oleh Latifa Dinar Rahmani dalam jurnalnya yang berjudul Grebeg Sudiro dan Representasi Keberagaman di Sudiroprajan, Kota Surakarta warga Tionghoa di Kelurahan Sudiroprajan saat itu aman dan tidak mengalami gangguan sama sekali.

Sebagai wujud kerukunan Kelurahan Sudiroprajan sering mengadakan kegiatan guna memupuk persatuan.

Diantara kegiatan tersebut adalah Grebeg Sudiro yang dilaksanakan setiap menjelang tahun baru Imlek.

Menurut Angga Indrawan selaku Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Sudiroprajan, perayaan Grebeg Sudiro sudah dimulai sejak tahun 2007.

Acara tersebut terselenggara atas ide kreatif masyarakat, yang terdiri atas tokoh masyarakat kelurahan, Pasar Gede dan juga klenteng.

Ketika pertama kali dilaksanakan, acara tersebut hanya diisi dengan kegiatan sederhana, seperti menghias pasar dengan lampion dan beberapa perlombaan lainnya.

Seiring berjalannya waktu, acara Grebeg Sudiro semakin menarik perhatian masyarakat Kota Surakarta.

Berbeda dengan perayaan gunungan lainnya yang jamak terjadi di Kota Surakarta yang biasa terdiri atas hasil bumi, pada Grebeg Sudiro dipersembahkan gunungan yang tersusun atas kue keranjang, sebagai bukti bahwa dua budaya telah melebur menjadi satu.

Maka perkembangan dan inovasi banyak dilakukan hingga dua tahun berselang, tepatnya pada tahun 2009 perubahan banyak terjadi.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved