Klenteng Tien Kok Sie

Klenteng Tien Kok Sie, tempat peribadatan tiga agama yang yang menjadi salah satu simbol toleransi di Kota Surakarta

Klenteng Tien Kok Sie
tribunsolo.com/muhammadirfanalamin
Patung Dewi Kwan Im di muka Klenteng Tien Kok Sie 

TRIBUNSOLOWIKI.COM - Berada di pusat Kota Surakarta, berdirilah Klenteng Tien Kok Sie yang mencolok di antara toko dan lapak di area Pasar Gede.

Klenteng ini sudah berdiri sejak tahun 1744 bersamaan dengan pindahnya Keraton Surakarta dari Kartasura ke Desa Sala.

Klenteng Tien Kok Sie sendiri memiliki makna penjaga negara karena lokasinya yang berdekatan dengan Keraton Surakarta.

Diharapkan dengan berdirinya klenteng ini, dapat memberikan pengaruh positif dan ketentraman kepada masyarakat dan negara.

Klenteng ini juga memiliki nama lain yaitu Vihara Avalokhiteswara yang berarti tempat ibadah umat Tri Dharma (tiga agama Konfusianisme, Taoisme, dan Buddhisme).

Berdiri di atas tanah seluas 250 meter persegi, terlihat arsitektur megah dengan ditopang tiang yang terbuat dari kayu jati yang tidak pernah tergantikan hingga kini.

Berwarna merah menyala serta tulisan kaligrafi Cina yang menghiasi membuat masyarakat mudah menemukan klenteng ini.

Klenteng yang telag berusia tiga abad ini selalu buka selama 24 jam bagi setiap jamaah atau masyarakat yang ingin berkunjung.

Apabila masyarakat berkunjung ke klenteng tersebut akan disambut oleh sepasang Arca Ciok Say (singa), sebagai bentuk penolak bala yang datang dari luar pagar.

Berada di pinggir Jalan RE Martadinata, Klenteng Tien Kok Sie pernah dikunjungi oleh beberapa artis ibu kota seperti Merriam Belina dan Betrand Antolin.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved