Klenteng Tien Kok Sie: Simbol Toleransi Umat Beragama Kota Surakarta

Klenteng Tien Kok Sie, tempat peribadatan tiga agama yang yang menjadi salah satu simbol toleransi di Kota Surakarta

tribunsolo.com/muhammadirfanalamin
Patung tiga agama (Kong Hu Cu, Budha, dan Tao) di Klenteng Tien Kok Sie 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Hidup bersama, sembahyang bersama, di tempat yang sama, itulah gambaran singkat dari Klenteng Tien Kok Sie.

Keberagaman dan toleransi menjadi jargon dari klenteng yang berdiri nyaris tiga abad ini.

Para penganut Kong Hu Cu, Budha dan Tao beribadah bersamaan dari mulai memasuki klenteng hingga menuju ruang terdalam.

Tidak hanya penganut tiga agama tersebut, masyarakat dengan agama lain juga diijinkan juga untuk berkunjung.

Mereka banyak yang datang untuk diskusi dan berwisata sembari menikmati beragam keunikan desain dan ukiran klenteng.

Keterbukaan Klenteng Tien Kok Sie menjadikannya sebagai simbol toleransi dan keberagaman di Kota Surakarta.

Ketua yayasan dari klenteng tersebut, Sumantri Danawaluyo menjelaskan dengan transparansi dan terbukanya informasi banyak masyarakat yang memberikan apresiasi.

Sumantri menuturkan sebelumnya banyak warga yang menganggap bahwa klenteng merupakan sarang hantu, akibat terpengaruh film horor asal Cina dan ketidakpahaman akan filosofi dari setiap patung dewa yang ada di dalamnya.

Ketidakpahaman akan klenteng semakin memudar saat diskusi sering dilakukan.

Para pengunjung hadir dari berbagai latar belakang, seperti mahasiswa, wartawan hingga siswa yang masih duduk di bangku sekolah.

Demi membuka pintu pemahaman akan Klenteng Tien Kok Sie, Sumantri rela meluangkan waktunya guna menjawab pertanyaan dan berbagi pengetahuan bagi setiap pengunjung yang datang.

Dirinya mengungkapkan, sempat ada kunjungan mahasiswa dari sebuah universitas ternama yang mengadakan studi ilmiah dan diskusi dari pagi hingga sore hari.

Dirinya meyakini bahwa semakin banyak masyarakat yang paham dengan Klenteng Tien Kok Sie, maka semakin tersebar pesan damai dan toleransi antar agama di Indonesia. 

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved