Nostalgia Lagu Gesang dan Didi Kempot di Tepi Bengawan Solo Taman Satwa Taru Jurug

Mengenal Bekas Bangunan Panggung Keroncong Di Taman Satwa Taru Jurug yang legendaris dan pernah digunakan Gesang dan Seniman Keroncong Solo

tribunsolo.com/muhammadirfanalamin
Gesang Bersama Para Seniman Keroncong di Panggung Tepi Bengawan Solo 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO - Ketika tiba di Kota Surakarta dan menyebut nama Jurug, maka kita akan tiba pada sebuah kelurahan pinggir sungai Bengawan Solo.

Namun saat Jurug tidak hanya menjadi nama kelurahan, namun juga sebuah kebun binatang yang biasa disebut dengan Taman Satwa Taru Jurug.

Namun kemasyhuran nama Jurug tidak hanya berkat keberadaan para satwa, namun juga sudah pernah ditulis sebagai salah satu lagu Didi Kempot.

Didi Kempot pernah menuliskan sebuah lagu dengan judul "Taman Jurug" yang menceritakan kisah pasangan muda-mudi di yang sedang mengikat janji di Taman Jurug.

Lokasi Taman Jurug yang berada di tepi sungai Bengawan Solo digambarkan secara detail oleh Didi Kempot.

Hingga para pendengar lagunya dapat merasakan suasana taman meskipun belum pernah berkunjung langsung.

Tidak hanya Didi Kempot yang memiliki kisah dengan Taman Jurug, Gesang sang maestro Bengawan Solo juga memiliki kisah lebih mendalam.

Patung Monumen Gesang di Pinggir Bengawan Solo
Patung Monumen Gesang di Pinggir Bengawan Solo (tribunsolo.com/muhammadirfanalamin)

Seorang rekan sesama seniman keroncong, Danis Sugiyanto menceritakan bahwa Gesang serta dirinya sering melakukan pementasan di Taman Jurug itu.

Bahkan pementasan itu sangat diminati oleh para wisatawan asal Jepang yang gemar dengan lagu karya Gesang, sembari menyaksikan Bengawan Solo yang kerap mereka dengar melalui lagu.

Namun nostalgia tersebut harus terhenti di tahun 2007 ketika panggung keroncong tersebut tidak pernah digunakan akibat peralihan pengelola Taman Satwa Taru Jurug.

Akibat tidak pernah digunakan bangunan panggung keroncong kini mangkrak dan mengalami kerusakan di berbagai sisi.

Manajer Pemasaran Taman Satwa Taru Jurug, Nonot Harwanto menjelaskan, bangunan panggung keroncong kedepannya akan dikelola oleh pihak Bengawan Solo Park.

Sebagai seniman keroncong dan akedemisi ISI, Danis Sugiyanto berharap panggung keroncong itu segera dipulihkan demi merawat memori Bengawan Solo yang telah melegenda hingga mancanegara.

Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved