Sejarah Klenteng Tien Kok Sie yang Telah Berdiri Sejak Era Kekuasaan Mataram Islam

Klenteng Tien Kok Sie, tempat peribadatan tiga agama yang yang menjadi salah satu simbol toleransi di Kota Surakarta

Klenteng Tien Kok Sie
Arsip foto lama Klenteng Tien Kok Sie 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO - Hampir 3 abad keberadaan Klenteng Tien Kok Sie mewarnai peradaban Kota Surakarta.

Bertepatan pada tahun 1744 bersamaan dengan pindahnya Keraton Surakarta dari Kartasura menuju Desa Sala.

Menurut Sumantri Danawaluya selaku Ketua Yayasan Tien Kok Sie bahwasanya keberadaan klenteng tersebut sudah ada di masa Kerajaan Mataram Islam.

Klenteng itu dibangun guna keperluan sembahyang sejumlah selir milik para raja yang menganut kepercayaan Kong Hu Cu.

Bangunan klenteng juga mengalami kehancuran saat terjadinya peristiwa Geger Pecinan, dimana sebagian masyarakat keturunan Tionghoa melakukan pemberontakan dan mengakibatkan hancurnya istana.

Setelah pemberontakan reda, bersamaan dengan pihak kasunanan yang membangun keraton di Desa Sala.

Klenteng juga ikut dibangun di dekat Pasar Gede di wilayah pemukiman para penduduk keturunan Tionghoa.

Masyarakat saat itu membutuhkan waktu empat tahun untuk membangun klenteng.

Rentang waktu yang lama disebabkan oleh berbagai macam ukiran serta hiasan ornamen yang bertebaran di setiap sisi klenteng.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: irfanamin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved