Museum Jawi Miliki Ratusan Koleksi Bersejarah, Mulai Uang Kuno Hingga Lampu Rel Dari Tahun1945

Seperti berbagai koin dari tahun lawas, lampu rel kereta api tahun 1945 buatan Birmingham, sempritan VOC, Kursi Sedan Buatan 1980.

Penulis: Ryantono Puji Santosa
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOWIKI.COM/RYANTONO PUJI SANTOSA
Susana Museum Jawi di Dukuh Jarak, Desa Tanjung, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SUKOHARJO - Museum Jawi yang berada di Dukuh Jarak, Desa Tanjung, Kecamatan Nguter merupakan salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi saat berada di Sukoharjo.

Hal tersebut karena banyaknya koleksi barang kuno yang dipamerkan di museum tersebut.

Pemilik Museum Jawi Bimo Kokor Widanarko membeberkan dirinya sudah membangun museum tersebut sejak 20 Oktober 2018.

Baca juga: Museum Jawi Sukoharjo : Simpan Ratusan Barang Kuno Berumur Puluhan Tahun, Masuk Gratis

Baca juga: Masjid Al Falah Sragen: Keberadaan Masjid Harus Dirasakan Umat

Semenjak dibangun, museum tersebut memamerksan ratusan barang-barang kuno dari masa lalu.

Seperti berbagai koin dari tahun lawas, lampu rel kereta api tahun 1945 buatan Birmingham, sempritan VOC, Kursi Sedan Buatan 1980.

Hingga beragam uang kuno tahun dari 1945 serta koran asli yang memberitakan meninggalnya presiden Sukarno.

Kokor mengatakan, dia berburu barang lawas tersebut mulai tahun 1984 dari pasar ke pasar di Seluruh Indonesia.

"Koin Yuliana saya temukan di Batam," katanya.

Selain koin, Kokor juga membuat perpustakaan yang berisi buku kuno sejarah Nusantara.

Rata-rata usia buku tersebut sudah 40 tahun. 

"Ada banyak buku, buku wayang juga ada," ujarnya.

Selain itu, Kokor juga menyimpan cetakan Teks Indonesia Raya 3 Stanza cetakan tahun 1955.

Ada juga koleksi lainnya seperti 4 limasan Jawa. 

Bagi wisatawan yang ingin masuk, dirinya tidak meminta uang tiket alias gratis.

Kokor mengatakan, mudeum ini dibangun untuk memperkenalkan kembali budaya jawa kepada anak-anak.

Menurutnya, anak – anak milenial saat ini banyak yang tidak mengetahui budaya aslinya.

"Budaya Jawa, jangan sampai dilupakan," jelas Kokor, sapaan akrabnya, Kamis (19/11/2020). 

Berdasarkan hal tersebut, dia mengumpulkan niat dan modal membangun museum jawi di lokasi itu. 

"Masyarakat yang mau datang dipersilahkan, tidak masalah," kata dia. 

Pihaknya, tidak menarik bayaran masuk dalam museum jawi. 

"Silahkan datang gratis, kalau ada yang mau berikan koleksi miliknya di museum jawi juga silahkan," papar Kokor. 

Jika wisatawan berniat berkunjung, Museum Jawi ini terletak di Dukuh Jarak, Desa Tanjung, Kecamatan Nguter, Sukoharjo.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved