Sejarah Stasiun Jebres, Ternyata Gegara Nama Orang Belanda Jeep Reic, Dibaca Jebres sama Orang Solo

Pada saat itu, stasiun dibuka seiring dengan selesainya pembangunan jalur Kereta Api Solo-Madiun-Surabaya oleh perusahaan kereta api negara ketika itu

Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOWIKI.COM
Stasiun Jebres di Jalan Ledoksari no 1 Purwodiningratan, Jebres, Solo ini akan dijaga personel polisi selama Lebaran, Jumat (16/6/2017). 

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO - Stasiun Jebres menjadi salah satu stasiun yang punya sejarah panjang bagi warga Kota Solo

Dikutip dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng, stasiun ini resmi digunakan sejak tahun 1884.

Baca juga: Candi Cetho : Tempat Ibadah Umat Hindu di Karanganyar yang Ditemukan Oleh Pemerintah Belanda 

Baca juga: Kopral satu Janu Wahyu Widodo : Anggota Brigif 6 Kostrad yang Juga Ketua Komunitas Exalos Indonesia

Pada saat itu, stasiun dibuka seiring dengan selesainya pembangunan jalur Kereta Api Solo-Madiun-Surabaya oleh perusahaan kereta api negara ketika itu, Staatspoorwegen.

Menurut lampiran sejarah yang dirilis BPCB Jateng, nama Jebres ternyata berasal dari lidah orang Solo yang saat itu melafalkan nama seorang pria asal Belanda.

Pria Belanda itu bernama Van der Jeep Reic.

Ketika itu, meneer Jeep Reic disebut tinggal di sebelah barat RSUD Dr Moewardi. 

Warga sekitar sering memanggil nama Jeep Reic, sehingga lama-lama terdengar menjadi Jebres.

Sementara, penggiat sejarah Kota Solo, Kun Prastowo, punya versi berbeda.

Kun Prastowo sempat menulis soal sejarah nama Jebres di Kompasiana.

Kepada tribunSolo.com, Kun Prastowo mengatakan, berdasar sejumlah studi literasi dan wawancara sesepuh Jebres, nama Jebres berasal dari sosok berbeda.

Dulu, di kawasan itu, ada sebuah pabrik pengolahan keju bernama Victory, yang dimiliki seorang pengusaha Belanda bernama Victor J Pressen.

Kun menyebut, warga menghormati Victor J Pressen, karena kedermawanannya dengan penduduk pribumi.

Lidah Jawa warga sekitar terlalu sulit menyebut J Pressen, sehingga pada akhirnya dilafalkan dengan : J-pres.

Jadilah J-Pres menjadi nama Jebres hingga kini.

Pernah Jadi Biang Pagebluk Pes

Stasiun Jebres kala itu menjadi stasiun penghubung bagi penumpang yang berasal dari Batavia menuju Madiun atau Surabaya.

Tak jarang penumpang dari Batavia berhenti dan menginap semalam di Kota Solo sebelum lanjut ke Surabaya.

Pada awal abad-20, rute tram dalam Kota Solo, berasal dari Stasiun Bengak Boyolali - Stasiun Purwosari, hingga Benteng Vasterburg, diteruskan hingga Stasiun Jebres.

Sementara Jalur yang dilalui dari Benteng Vastenburg menuju Jebres adalah Pasar Gede, dengan menyeberangi Jembatan Kali Pepe, kemudian menuju ke utara lurus melewati Warung Pelem menuju Pasar Ledoksari, dilanjutkan berbelok ke arah timur ke arah Stasiun Jebres.

Stasiun Jebres juga dilaporkan pernah menjadi biang pagebluk penyakit pes di Solo pada tahun 1915.

Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR
373 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved